ilustrasi (dok Solopos) ilustrasi (dok Solopos)
Kamis, 21 Juli 2011 08:38 WIB Ekonomi Share :

Harga Sembako di Solo merangkak naik

ilustrasi (dok Solopos)

Solo (Solopos.com)–Harga semua sembilan bahan pokok (Sembako) di pasar tradisional Kota Solo merangkak naik menjelang bulan Ramadan.

Setelah harga beras, daging ayam, dan telur, mengawali naik tiga pekan lalu, kini giliran harga gula pasir dan minyak goreng ikut naik. Harga dua komoditas tersebut terpantau naik antara Rp 500-Rp 1.000/kilogram (kg).  Pedagang Sembako di Pasar Kadipolo, Supriyati, mengatakan kenaikan harga gula pasir dan minyak goreng terjadi baru sepekan terakhir. Untuk minyak goreng curah, yang semula dijual Rp 9.000/kg, kini menjadi Rp 10.000/kg, atau naik 11%. Sedangkan minyak goreng dalam kemasan, semula Rp 15.000/kemasan menjadi Rp 16.000/kemasan.

Sementara untuk gula pasir, harga saat ini naik Rp 500, menjadi Rp 9.500/kg. Menurut Supriyati, kenaikan harga pada dua pekan menjelang bulan Puasa lazim terjadi. Dia menduga harga Sembako akan terus bergerak naik sampai Ramadan. “Semua Sembako harganya naik. Yang terbaru, gula pasir dan minyak goreng ikut-ikutan naik. Harga beras sampai sekarang belum turun. Yang turun malah sayuran, seperti bawang merah, bawang putih dan cabai,” jelas dia, saat ditemui Espos, di pasar setempat, Rabu (20/7).

Dia menyebut kenaikan harga kali ini mengikuti tren kenaikan harga yang selalu terjadi begitu mendekati bulan Ramadan. Hanya komoditas beras, telur dan daging ayam saja yang kenaikannya telah dirasa sejak beberapa pekan lalu. Untuk beras, Supriyati menerangkan, harga mencapai Rp 7.500/kg untuk jenis C4 biasa dan Rp 8.000/kg untuk jenis beras C4 super.

Sedangkan harga telur ayam mencapai Rp 14.500.kg. Sebelumnya, harga telur ayam hanya Rp 12.000-Rp 12.500/kg, lalu bergerak naik sampai Rp 16.000/kg, dan kini jatuh lagi di harga Rp 14.500/kg.

Lain telur, lain pula daging ayam. Jika awal Juli lalu harga masih Rp 20.000/kg, saat ini harga daging ayam mencapai Rp 25.000/kg. Harga daging ayam terus merangkak naik. “Dulu hanya Rp 20.000/kg, lalu naik cepat sekali jadi Rp 24.000/kg. Sudah tinggi begitu, harga naik lagi. Sejak sepakan ini harga daging ayam menjadi Rp 25.000/kg,” terang pedagang Pasar kadipolo, Endang, dan diamini pedagang lain Yayuk.

Menurut Endang, kenaikan harga daging ayam menjelang bulan Ramadan seperti sudah menjadi rutinitas. Meski harganya naik, dia mengakui stok daging ayam tidak berubah. Pedagang dengan mudah dapat menemukan daging ayam. Dia juga melihat stok semua Sembako aman, hanya harganya saja yang bergerak naik.

(tsa)

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Membumikan Politik Profetik

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Senin (17/7/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id.  Solopos.com, SOLO–Saya tidak bermaksud berutopia bila dalam esai ini mewacanakan kembali politik profetik. Dalam ranah wacana, politik profetik…