Ilustrasi (Dok. SOLOPOS) Ilustrasi (Dok. SOLOPOS)
Kamis, 21 Juli 2011 19:28 WIB Solo Share :

Dimungkinkan, Raskin ke-13

Ilustrasi (Dok. SOLOPOS)

Solo (Solopos.com)–Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan mengintensifkan pemantauan harga beras dalam kurun waktu tiga bulan ke depan, yakni Agustus, September dan Oktober. Hal itu menyikapi kenaikan harga beras di pasaran yang cukup tajam selama beberapa waktu terakhir.

Penjelasan itu disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Sekretariat Daerah (Setda) Kota Solo, Asih Widodo ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (21/7/2011).

“Khususnya selama menjelang Lebaran 2011 ini, kenaikan harga beras akan kami pantau secara lebih intensif. Bila biasanya pemantauan hanya dilakukan sepekan sekali hingga dua kali, selama menjelang Lebaran tersebut akan dilaksanakan setiap hari,” ujar Asih.

Selain itu, Asih menyatakan pihaknya akan memajukan jadwal penyaluran beras untuk rakyat miskin (Raskin) untuk bulan Agustus dan September guna mengintervensi naiknya harga beras di pasaran saat ini.

“Raskin bulan Agustus akan kami majukan penyalurannya pada bulan Juli ini, yaitu mulai tanggal 25 Juli nanti. Sementara Raskin bulan September dan Oktober akan disalurkan pada bulan Agustus. Bahkan dimungkinkan akan disiapkan pula Raskin ke-13 kalau memang itu diperlukan,” terang Asih.

Menurut Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi), kenaikan harga beras yang terjadi di Solo dan sekitarnya saat ini merupakan persoalan yang bersifat nasional. Sehingga intervensi yang diambil pemerintah daerah, dinilai kurang signifikan untuk menyelesaikan permasalahan itu.

Bila dibandingkan dengan pengadaan operasi pasar (OP), Jokowi menilai penyaluran Raskin bisa lebih efektif guna mengintervensi kenaikan harga beras di pasaran yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir ini.

(sry)

lowongan kerja
lowongan kerja INSOMNIA KARAOKE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Etika dan Hukum di Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/6/2017), Agus Riewanto, pengajar Fakultas Hukum UNS Solopos.com, SOLO–Baru saja kita melihat fenomena tindakan persekusi, yakni tindakan pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga kemudian disakiti atau diintimidasi dan dianiaya karena mengekspresikan…