Kamis, 21 Juli 2011 14:26 WIB Internasional Share :

22 Orang tewas di AS akibat gelombang panas

Washington (Solopos.com)–Korban jiwa akibat gelombang panas yang melanda Amerika Serikat bagian tengah dan selatan terus bertambah. Sejauh ini sudah 22 orang yang tewas selama pekan ini. Menurut para ahli cuaca, gelombang panas saat ini bergerak ke timur dan akan berlangsung selama berpekan-pekan.

Badan Cuaca Nasional menyatakan, sekitar 141 juta orang di lebih dari 24 negara bagian terkena ancaman gelombang panas dikarenakan temperatur yang meningkat. Bahkan di Wichita, Kansas, para ahli cuaca mengingatkan bahwa suhu udara akan mencapai setidaknya 100 derajat Fahrenheit (38 derajat Celcius) setiap hari hingga Selasa, 26 Juli waktu setempat.

Menurut Badan Cuaca Nasional, beberapa rumah sakit di Wichita pekan ini menangani 25 pasien yang sakit akibat kepanasan. Di Des Moines, Iowa, 16 orang telah dirawat di rumah sakit akibat tingginya temperatur pekan ini. “Ini sangat menguras, menguras fisik,” kata Chris Vaccaro, juru bicara Badan Cuaca Nasional seperti diberitakan kantor berita Reuters, Kamis (21/7/2011).

Peningkatan suhu udara juga terjadi di Washington, D.C. yang temperaturnya mencapai 90 derajat Fahrenheit (32 derajat Celcius) dan diperkirakan akan mencapai 100 derajat F pada Kamis, 21 Juli waktu setempat. Para ahli meteorologi mengatakan, gelombang panas ini bisa berlangsung hingga Agustus mendatang di sebagian besar AS bagian timur.

(detik.com/tiw)

Lowongan Pekerjaan
PT. KARTINI TEH NASIONAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


2

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…