Rabu, 20 Juli 2011 20:28 WIB Sragen Share :

Semester I 2011, 20 remaja diketahui hamil di luar nikah

Sragen (Solopos.com) – Kantor Urusan Agama (KUA) Gemolong, Sragen, mencatat jumlah remaja yang hamil di luar nikah se-Kecamatan Gemolong hingga pertengahan tahun ini mencapai 20 orang. Jumlah tersebut diketahui berdasarkan surat keterangan dari Puskesmas yang terlampir dalam persyaratan permohonan nikah.

Kepala KUA Gemolong, Muhammad Nursalim, saat ditemui Espos di ruang kerjanya, Rabu (20/7/2011), mengungkapkan para remaja yang hamil di luar nikah itu berusia antara 19-25 tahun. Usia para remana itu ketahui dari bukti medis yang dilampirkan Puskesmas dalam kelengkapan pemohon nikah. “Setelah mendapati bukti itu, kami coba mengecek kepada para remaja yang dimaksud. Ternyata memang benar adanya,” ujar dia.

Informasi yang diterima Nursalim, sapaan akrab Kepala KUA Gemolong, mayoritas remaja yang mengalami married by accident itu diakibatkan pergaulan sosial yang buruk. Menurut dia, kebanyakan mereka tidak kuasa menolak ajakan pacar untuk melakukan hubungan seks di luar nikah. “Karena lingkungan yang permisif, generasi muda jadi mudah melakukan tindakan di luar batas. Kontrol sosial selama ini juga kurang berjalan. Kenyataan ini sangat memrihatinkan.” Tukasnya.

Diungkapkan Nursalim, tingkat calon pengantin yang hamil di luar nikah pada dua tahun kemarin mencapai angka 7% atau sekitar 40 orang. Dia mengatakan angka kehamilan di luar nikah pada tahun ini tak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. “Namun kami berharap angka itu bisa turun. Sebelumnya kami telah menggencarkan penyuluhan mengenai seks ke sejumlah sekolah,” tuturnya.

Di samping itu, Nursalim pernah mencanangkan gerakan moral Ayo Mengaji beberapa waktu lalu. Gerakan moral tersebut, sambung dia, diharapkan mampu mengurangi tindak kenakalan remaja. “Target gerakan ini memang generasi muda. Dalam gerakan Ayo Mengaji, kami mengimbau warga mematikan televisi sejenak seusai Magrib dan diganti dengan kegiatan mengaji,” urainya.

Menurut dia, terdapat korelasi yang cukup signifikan antara hamil di luar nikah dengan kemampuan baca tulis Quran. Nursalim menambahkan hampir semua remaja yang MBA tidak mampu membaca Quran. “Iqra saja tidak bisa. Ini kan sangat disayangkan. Dengan gerakan ini, kami ingin menghidupkan kembali masyarakat gemar mengaji. Generasi muda adalah titik ideal untuk memulainya.”

m99

LOWONGAN KERJA
DR. NORMA AESTHETIC CLINIC, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Nasib Pengarang pada Hari Lebaran

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Rabu (21/6/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, seorang penulis novel dan cerita pendek yang tinggal di Sleman, DIY. Alamat email penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Ada sajak pendek Sitor Situmorang berbunyi: Malam Lebaran / bulan…