Rabu, 20 Juli 2011 10:01 WIB Tak Berkategori Share :

Nazaruddin permainkan penegak hukum RI

Jakarta [SPFM], Munculnya Nazaruddin lewat wawancara di media dinilai menohok aparat penegak hukum. Apalagi buronan KPK untuk kasus dugaan suap Kemenpora itu menebar berbagai tudingan. Seluruh penegak hukum harus bertindak segera tangkap Nazaruddin. Sekretaris Dewan Kehormatan PD Amir Syamsuddin di Jakarta, Rabu (20/7) berharap, publik tidak langsung melihat apa yang disampaikan Nazaruddin sebagai suatu kebenaran. Tudingan yang dilontarkan Nazaruddin dari luar negeri itu berani dilakukan karena mantan anggota Komisi III DPR merasa yakin dia akan selamat tidak ditangkap.

Dalam sesi wawancara dengan Metro TV Selasa (19/7) sore, Nazar begitu berapi-api membeberkan peranan Anas dalam kasus dugaan suap Kemenpora. Tak sedikit pula, Nazar menceritakan aliran dana saat Kongres Partai Demokrat di Bandung tahun lalu yang memenangkan Anas.? Dia juga melontarkan tudingan adanya rekayasa kasus atas dirinya yang dilakukan petinggi KPK. Nazar menyebut Wakil Ketua KPK, Chandra M. Hamzah, menerima dana dari seorang pengusaha agar kasus proyek pengadaan pakaian hansip pemilu tidak diproses KPK. Namun, Chandra membantah tudingan itu mentah-mentah.

Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW), Emerson Yuntho mengatakan, komisi antikorupsi sebaiknya bersikap bijak. KPK harus melakukan pemeriksaan internal, apakah ada pelanggaran kode etik. Misal, terkait larangan bertemu dengan pihak yang terkait kasus korupsi. Terkait nama-nama yang disebut Nazar terlibat kasus dugaan korupsi wisma atlet, KPK juga tak boleh diam. Meski, Emerson mengakui, ICW antara percaya dan tidak percaya dengan pernyataan Nazaruddin. [dtc/vivanews/lia]

lowongan pekerjaan
Bengkel Bubut, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…