Rabu, 6 Juli 2011 12:40 WIB Ekonomi Share :

Pemerintah minta tambah jatah premium 1,35 juta kiloliter

Jakarta (Solopos.com)–Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengajukan usulan penambahan kuota BBM jenis premium menjadi 24,54 juta kiloliter (KL) untuk RAPBN-P 2011. Dari kuota sebelumnya sebanyak 23,19 juta KL.

Demikian disampaikan Dirjen Migas Kementerian ESDM, Evita Herawati Legowo dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR yang dilaksanakan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/7/2011).

“Kami usulkan kepada bapak dan ibu anggota Komisi VII DPR RI untuk volume BBM bersubsidi dalam RAPBN-P 2011, yakni kuota BBM bersubsidi sebesar 40,49 juta KL dengan jumlah premium sebanyak 24,54 juta KL,” jelasnya.

Evita melanjutkan penambahan kuota BBM bersubsidi tersebut diakibatkan adanya pembengkakan konsumsi yang memang sudah terjadi semenjak Februari 2011 lalu.

“Ternyata sampai Februari, konsumsi (BBM subsidi) sudah di atas rata. Premium sudah di atas rata-rata dan juga konsumsi solar juga sudah mulai naik pada Februari 2011,” ungkapnya.

Masih dengan alasan yang lama, disparitas harga antara premium dan pertamax (yang tidak disubsidi) mengakibatkan adanya migrasi dan konsumsi premium semakin meningkat. Selain itu, tindak penyelewengan juga masih kerap terjadi.

“Ini juga dikarenakan karena rencana pengaturan BBM bersubsidi yang direncanakan April 2011 lalu belum dilaksanakan sampai sekarang dan pertumbuhan kendaraan terus meningkat,” tambah Evita.

Evita menyampaikan, dengan usulan BBM subsidi menjadi 40,49 juta KL dengan rincian sebagai berikut:

* Premium: 24.54 juta KL (bertambah 1,35 juta KL)
* Minyak Tanah: 1,8 juta KL (diturunkan 0,52 juta KL)
* Solar: 14.15 juta KL (bertambah 1,07 juta KL)

Seperti diketahui, semenjak adanya peningkatan harga minyak dunia pada beberapa bulan ke belakang, mengakibatkan harga BBM non-subsidi terdongkrak tinggi.

Disparitas harga antara BBM yang disubsidi dan tidak disubsidi membuat peralihan besar konsumen membeli BBM bersubsidi (premium cs). Akibatnya konsumsi BBM bersubsidi meroket, didkung dengan tidak dilaksanakannya pembatasan BBM bersubsidi hingga kini.

Dalam beberapa waktu yang lalu, pihak Kementerian ESDM sempat mengusulkan perubahan kuota BBM bersubsidi menjadi 40,98 juta KL. Pihak mereka sudah menyadari akan adanya kenaikan konsumsi BBM bersubsidi.

(detik.com/tiw)

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…