KOLEKSI BERHARGA -- Eko AGus Purnom menunjukkan koleksi uang kuno miliknya, yang juga dipajang di toko uang kunonya di Jalan Museum, Sriwedari, Solo. (JIBI/SOLOPOS/Dwi Prasetya) KOLEKSI BERHARGA -- Eko AGus Purnom menunjukkan koleksi uang kuno miliknya, yang juga dipajang di toko uang kunonya di Jalan Museum, Sriwedari, Solo. (JIBI/SOLOPOS/Dwi Prasetya)
Senin, 20 Juni 2011 17:18 WIB Women Share :

Jual beli uang kuno, tak berhenti hanya sekadar koleksi

(JIBI/SOLOPOS/dok)

Berawal dari kecintaanya pada benda-benda kuno, Eko Agus Purnomo mengawali bisnis jual beli uang kuno dengan banyak berburu ke luar kota. Hobi ini sudah ia geluti sejak SMA. Hingga kakinya melangkah ke Bandung dan menemukan banyak uang kuno yang kurang diberdayakan. “Cuma kios kecil pinggir jalan yang jual, itu pun kurang fokus,” kata Eko.

Dari itulah, ia melihat ada lumbung uang yang belum digarap orang lain, hatinya tergerak dan mulai berbisnis uang kuno sekitar 1996. Kini, ia sudah memiliki tiga toko uang kuno yakni di Masaran, Sragen, Kota Solo dan Salatiga. Toko tersebut menyediakan uang kuno lebih dari 200 negara, baik yang sudah tidak beredar maupun yang masih berlaku. Selain itu, uang ini banyak menjadi mahar pernikahan, keunikannya selain pada nominal yang kecil mampu menyesuaikan tanggal pernikahan, juga berkesan elok dan diluar kebiasaan serta memiliki kesan dan kenangan bagi pengantin.

Berbisnis uang kuno, katanya harus memiliki kesabaran yang tinggi. Pasalnya, semakin tua usia uang kuno itu, dengan kondisi yang masih bagus, maka harganya bisa selangit. Ia mencontohkan uang langka yang harganya selangit, yaitu uang bernominal Rp 600 gambar Soekarno tahun 1948. Pada era 1990-an harganya hanya Rp 9 jutaan, itu pun jarang ada yang berani beli. Namun saat ini, uang tersebut dalam katalog sudah mencapai Rp 40 juta lebih. “Punya uang kuno dijual sekarang memang sudah untung, tapi kalau bersabar, nanti akan lebih tinggi lagi.”

KOLEKSI BERHARGA -- Eko Agus Purnomo menunjukkan koleksi uang kuno miliknya, yang juga dipajang di toko uang kunonya di Jalan Museum, Sriwedari, Solo. (JIBI/SOLOPOS/Dwi Prasetya)

Untuk itu, ia menglasifikasi uang yang disimpan untuk koleksi dan uang yang siap dijual beli kapan pun. Bedanya pada investasi, uang yang disimpan memiliki prospek peningkatan harga yang tajam, sedang lainnya perubahan harga cenderung naik sedikit.

Bagaimana mencermati uang kuno palsu? Salah satu karyawannya, Febriyanto menjelaskan ada beberapa ciri yang harus diamati para numismatika, yaitu kondisi uang. Jika fisiknya rusak, maka harga jualnya akan turun. Sedang membedakan uang asli atau palsu yaitu dengan memperhatikan tanda air dan garis pengaman. Tanda-tanda ini sudah ada untuk uang keluaran era 50-an.

Jika lebih kuno, perhatikan huruf atau angka yang dicetak sangat kecil. Tulisan ini baru dapat terbaca jelas dengan menggunakan kaca pembesar. “Jika hurufnya tidak rapi, tintanya meluber, berarti palsu.” Ia jarang menemui uang kuno palsu, meski hal itu menjadi peluang kejahatan melihat harga jual yang hingga ratusan ribu hingga jutaan
rupiah per lembar.

Sejauh ini komunitas numismatika atau pengumpul uang kuno masih langka di Indonesia. Baru ada di kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya. Padahal kolektor uang kuno sudah cukup banyak menyebar di kota-kota lainnya, termasuk Kota Solo.

Hal ini terlihat dari arus jual beli uang kuno yang ada di toko uang kuno Pas di Jl Museum C15 Pujasari Sriwedari yang dimiliki Eko. Menurut dia, pembeli sebagian besar memang warga Solo dan kabupaten di sekitarnya. “Mereka beli untuk dikoleksi sendiri,” kata Eko. Untuk itu, pihaknya tengah berusaha untuk membentuk komunitas numismatika yang ada di Solo dan sekitarnya. Peluang komunitas ini cukup besar, karena pihaknya sudah memiliki banyak kawan hobi serupa.

Kini tinggal bagaimana para kolektor itu berkumpul dan membentuk komunitas, maka akan menjadi solid dan member manfaat yang besar bagi anggota. Di antaranya pengetahuan mengenai perkembangan uang kuno, harga jual beli, tren keuangan dan sebagainya. Selain itu juga dapat menggelar pameran-pameran uang kuno. “Selama ini saya ikut pameran di mana-mana, banyak sekali keuntungannya, wawasan bertambah, dan bisa saling tukar koleksi atau perdagangan, tidak ada salahnya ada komunitas ini,” imbuh dia.

Numismatika merupakan hobi yang menggiurkan. Jika ditekuni, maka mendatangkan kepuasan dan keuntungan.
Di balik uang-uang kuno tersebut, menyimpan potensi penghasilan yang luar biasa. Jika diamati, meski nilai nominal uang kuno itu sangat kecil, namun di kalangan numismatika bisa terjual dengan harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Ahmad Hartanto

Lowongan Pekerjaan
Dosen Tetap Akuntansi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Iklan Baris
  • Lowongan Micro Finance Sales & Micro Collection

    DIBUTUHKAN SEGERA : Micro Finance Sales Micro Collection Syarat : Pria/Wanita Islam Usia Max.30Th Micro Collec…

  • KIA PICANTO 2011

    ALL NEW KIA PICANTO 2011 Merah,Istimewa, AD Harga:97 Juta/Nego Hub: 081215405405…

  • FORD XLT Double Cabin’2009

    FORD XLT Double Cabin’2009 AD,Putih,Pajak Baru,Harga:110Juta/Nego Telp:081229811102…

  • Lowongan Apoteker

    BUTUH:2 Apoteker (Penanggung Jawab & Pendamping) untuk Apotek diWilayah Solo, Kirim Lamaran Lengkap : Jl.

  • Lowongan Karyawati

    BUTUH CEPAT KARYAWAN WANITA Usia 20-25Th,Lokasi Baturan Colomadu Telp:08122611390…

  • Lowongan Arsitek

    BUTUH ARSITEK Perumahan The White Stone Regency Kartasura,Harga Tidak Ditawar,Khusus Utk 1 Orang yg Disetujui.

  • Lowongan SPG Motoris

    BUTUH SPG Motoris Wanita/35Th Ada Mtr Sim C utk M-150 diSolo Hub:WA 081291435110…

  • TIMOR’1996

    TIMOR’1996 AD,Merah,Ori,Istimewa, Harga:36Juta/Nego.AC,Milik Sendiri Hub:089693862108…

    Leave a Reply


    PROMO SPESIAL
    Blouse Kombinasi Lurik NIA-021
    Kain Batik Cap Rainbow NIA-016
    Dress Capung NIA-011
    Kain Batik Print Sogan NIA-017

    Kolom

    GAGASAN
    Audit Menyeluruh Pelayanan Imunisasi

    Gagasan Solopos, Kamis (30/6/2016), Giat Purwoatmodjo. Dosen di Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Solopos.com, SOLO — Jajaran Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Mabes Polri) menangkap 13 orang karena terlibat pembuatan dan…