Kamis, 7 April 2011 10:36 WIB Tokoh Share :

Patrialis sakit hati dimaki-maki debt collector

Jakarta (Solopos.com)–Walaupun sudah menjadi menteri, Menkum HAM Patrialis Akbar pernah dimaki-maki dan diancam debt collector gara-gara telat membayar tagihan.

Politisi PAN ini merasa sakit hati atas pengalaman pahit itu.

“Saya juga kebetulan nasabah Citibank. Saya juga pernah dimaki-maki waktu telat bayar. Sakit hati rasanya. Kejadiannya setelah saya menjadi menteri. Saya juga diancam, katanya kalau saya tidak bayar, nama saya akan di-black list dari seluruh bank. Saya sempat dipanggil, disuruh bayar, laporannya masih ada sampai sekarang,” papar Patrialis yang menerima ancaman saat itu lewat telepon.

Kisah ini disampaikan Patrialis sebelum menghadiri acara pembahasan RUU Mata Uang antara Komisi XI DPR dan Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (5/4/2011).

Namun demikian, Patrialis enggan melaporkan kelakuan nakal si debt collector tersebut. “Ya sebenarnya tidak enak juga hanya persoalan satu dua juta rupiah, terus saya dimaki-maki, diancam,” ujarnya.

Patrialis menjadikan pengalaman yang tidak mengenakkan itu sebagai pelajaran.

“Tetapi saya anggap itu juga koreksi untuk saya biar lain kali tidak telat. Saya berharap tidak lagi dengan cara seperti itu,” kata politisi PAN ini.

Menurut dia, bank seharusnya tidak lagi menggunakan debt collector. Debt collector juga dinilai ilegal. “Apalagi citibank yang sudah internasional,” cetus dia.

Ia berpendapat, apabila ada nasabah yang telat membayar maka ditempuh dengan mekanisme hukum.

“Jangan dengan cara kekerasan. Kan bisa perjanjiannya dibuat real, misalnya dengan perjanjian fiducia (perjanjian yang didaftarkan ke pengadilan) kalau tidak bayar, nanti bisa langsung disita barang-barangnya. Seperti itu kan bisa tidak perlu dengan kekerasan,” beber dia.

(dtc/nad)

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…