(thinkstock)
Kamis, 31 Maret 2011 15:59 WIB News Share :

Harga sejumlah obat generik naik

(thinkstock)

Cibitung (Solopos.com)–Beberapa obat generik mengalami kenaikan harga mulai dari Rp 68 hingga Rp 16.550. Tapi pemerintah juga menurunkan beberapa harga obat generik dan sebagian besar malah tidak naik.

Harga obat generik terbilang sangat murah dan terkadang tidak mencukupi harga produksinya. Untuk itu pemerintah menaikkan harga beberapa jenis obat generik.

‘Kenaikan harga obat generik bervariasi dan mulai berlaku pada tanggal 24 Maret 2011,” ujar Dirjen Bina Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes Dra Sri indrawaty, Apt, Mkes dalam acara temu media dengan tema ‘Gunakan antibiotik secara tepat untuk mencegah kekebalan kuman’ di Pabrik Indofarma, Cibitung, Kamis (31/3/2011).

Sri Indrawaty menuturkan kenaikan harga obat genetik ini berkisar antara Rp 75 sampai Rp 9.700 untuk obat yang diproduksi oleh pemerintah, dan untuk obat retail (yang dijual di apotek) kenaikan harganya berkisar antara Rp 68 sampai Rp 16.550.

“Hal ini dilakukan dalam rangka merasionalisasi harga obat. Berdasarkan evaluasi diketahui beberapa harga obat yang ditetapkan kerendahan atau kemurahan,” ujar Sri Indrawaty.

Berdasarkan SK tahun 2010 ditetapkan ada 453 obat generik. Dari semua obat itu, sebanyak 230 item obat generik tidak mengalami perubahan harga obat, 24 item obat generik mengalami penurunan harga dan sebanyak 176 item obat generik mengalami kenaikan.

Selain itu setelah dilakukan evaluasi tahun 2010 belum didapatkan hasil yang menggembirakan. karena peresepan obat generik di rumah sakit hanya mengalami kenaikan sebesar 7 persen dari yang sebelumnya hanya 50 persen naik menjadi 57 persen.

“Hal ini terkait dengan ketersediaan obat generik itu sendiri, kadang ditemukan ketersediaan obatnya kosong,” ungkapnya.

Sri Indrawaty menuturkan setelah dilakukan kenaikan harga ini nantinya akan dilihat hasilnya setelah evaluasi. Jika memang memungkinkan untuk diturunkan maka kemungkinan bisa diturunkan.

“Karena target pemerintah obat ini harus terjangkau pemerataan dan ketersediaannya, soalnya obat generik ini merupakan program yang diberikan untuk masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu perlu mengubah persepsi masyarakat yang berpikir obat generik murah jadinya murahan. Padahal adonan untuk obat generik sama dengan obat merek hanya kemasannya saja yang berbeda dan tidak memerlukan biaya promosi yang tinggi.

“Obat generik itu unggul dalam mutu dan harga, jadi kalau mau hemat harga obat gunakanlah obat generik,” ujar Sri.

(dtc/tiw)

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…