BUKA BRANKAS—Dua pegawai Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Boyolali membuka brankas yang telah dijebol kawanan pencuri, Kamis (31/3). Akibat peristiwa itu, uang Rp 19,5 juta yang disimpan di brankas dibawa kabur pencuri. (FOTO: Ahmad Mufid Aryono)
Kamis, 31 Maret 2011 17:40 WIB Boyolali Share :

2 Brankas Disdikpora dibobol, uang Rp 19.5 juta raib

BUKA BRANKAS—Dua pegawai Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Boyolali membuka brankas yang telah dijebol kawanan pencuri, Kamis (31/3). Akibat peristiwa itu, uang Rp 19,5 juta yang disimpan di brankas dibawa kabur pencuri. (FOTO: Ahmad Mufid Aryono)

Boyolali (Solopos.com)–Aksi pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polres Boyolali, Kamis (31/3/2011). Dua brankas milik Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Boyolali yang tersimpan di ruang sub bagian keuangan Disdikpora dibobol maling. Akibatnya, uang Rp 19,5 juta yang berada di dalam brankas dan laci meja raib di kabur kawanan pencuri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kamis, di lokasi, menyebutkan peristiwa pencurian itu di kantor Disdikpora Jl Pandaranan 100 itu, kali pertama diketahui oleh Sugiyono, bendahara pengeluaran sub bagian keuangan Disdikpora, sekitar pukul 07.15 WIB, seusai mengikuti apel pagi. Saat masuk ruangan, saksi melihat teralis jendela sudah lepas dan terdapat bekas congkelan di jendela.

“Saat diteliti ternyata ada dua brankas yang telah dijebol. Hanya satu brankas yang masih utuh, karena tidak dikunci,” ujarnya kepada wartawan, Kamis.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Mapolsek Boyolali Kota. Petugas yang memeroleh informasi kemudian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kepala Disdikpora Boyolali Mulyono Santoso mengatakan total uang yang hilang dibawa pencuri sebesar Rp 19,5 juta. Mulyono menambahkan uang Rp 18 juta yang disimpan di brankas itu merupakan uang dana sosial kematian yang dihimpun dari guru dan karyawan dilingkup Disdikpora.

Kapolres Boyolali AKBP Romin Thaib melalui Kapolsek Boyolali Kota AKP Jumaisah dan Kanitreskrim Ipda Rahmaningtyas mengatakan kasus pencurian dengan pemberatan itu masih dalam penyelidikan petugas. Pihaknya masih mengumpulkan barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi, salah satunya penjaga kantor, Sungkono.

“Masih dalam penyelidikan dan mendalami penyelidikan dan keterangan dari sejumlah saksi,” papar dia.

fid

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…