ilustrasi (google/tribunnews)
Rabu, 30 Maret 2011 11:10 WIB Sragen Share :

Sehari, 2 orang tewas tenggelam di Sragen

ilustrasi (google/tribunnews)

Sragen (Solopos.com)–Dalam sehari dua orang tewas tenggelam di Sragen. Peristiwa pada Selasa (29/3/2011) sore itu terjadi di dua lokasi yang berbeda. Seorang pelajar Andi Nur Cahyanto, 15, warga Karangtengah, Wonosari, Gunung Kidul, Jogja tewas tenggelam di Waduk Sulur, Dukuh Sulurejo, Gringging, Sambungmacan. Sementara, Sutarman, 62, warga Dukuh Kuwut RT 10, Jetis, Sambirejo kalap di Sungai Kuwut desa setempat.

Kapolres Sragen AKBP IB Putra Narendra melalui Kapolsek Sambirejo AKP Haryanto saat dijumpai Espos, Rabu (30/3/2011), menerangkan peristiwa kematian Sutarman bermula saat korban pergi ke sawah. ”Korban sempat pamitan kepada istrinya sebelum pergi ke sawah . Istrinya merasa khawatir karena hingga malam hari suaminya belum pulang. Dia meminta tolong tetangganya. Warga sekitar berinisiatif mencari korban ke sawah dengan menyusuri sungai. Warga melihat ada tangan terlihat di pinggir sungai. Setelah diangkat, ternyata tangan itu merupakan tangan mayat korban yang tidak bernyawa,” ujar Kapolsek.

Kapolsek bersama petugas Puskesmas Sambirejo langsung melakukan identifikasi dan pemeriksaan medis tehadap mayat korban. Dari hasil pemeriksaan, terangnya, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. “Korban tewas diduga karena terpeleset dan jatuh ke sungai. Jenazah diserahkan ke keluarga dan dimakamkan hari ini,” tambahnya.

Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Mulyani menambahkan meninggalnya pelajar asal Jogja bermula saat korban mandi bersama temannya, Aris,20, dan Zaki, 13. Kedua teman korban adalah warga Kline RT 25, Gringging, Sambungmacan. “Lantaran korban tak bisa berenang, korban tenggelam dan meninggal dunia. Mayat korban berhasil dievakuasi dengan bantuan tim Tagana dan SAR sekitar pukul 19.30 WIB. Dari hasil pemeriksaan pada jasat korban, kami juga tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan. Jenazah langsung diserahkan kepada keluarganya,” terangnya.

(trh)

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…