Rabu, 30 Maret 2011 20:14 WIB Tak Berkategori Share :

Puluhan warga alami kelumpuhan, diduga karena genetik

Boyolali [SPFM], Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali menyatakan, kasus puluhan warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel, Boyolali yang mengalami lumpuh itu bukan penyakit menular. Namun diduga karena penyakit genetik akibat pernikahan dalam satu trah keluarga. Kepala Dinkes Boyolali Yulianto Prabowo seusai melakukan pemeriksaan terhadap para warga Sidomulyo, Ampel Rabu (30/3) mengatakan, dugaan penyakit genetik itu diperkuat adanya keterangan dari pihak keluarga, jika penyakit yang dialami warga itu sudah terjadi sekitar empat generasi sebelumnya. Sehingga dengan kondisi itu, Yulianto meminta masyarakat untuk tidak khawatir. Penyakit itu tidak menular dan bukan penyakit polio.

Sebagai langkah-langkah dalam mengatasi munculnya kasus serupa ke depan, Yulianto menegaskan bisa melakukan upaya untuk memutus rantai genetik itu dengan cara tidak melakukan pernikahan dengan sesama trah keluarga.

Sementara itu, dokter spesialis syaraf RSU Pandanarang Boyolali Amaludin Muzamil mengatakan, dari pemeriksaan yang dilakukan kelumpuhan itu terjadi karena adanya gangguan di otak, kemudian menjalar menjadi atrophi atau melemahnya otot-otot di sejumlah anggota gerak tubuh, seperti kaki dan tangan. Ditambahkan Amaludin, dalam penanganan para korban lumpuh itu bisa melalui berbagai upaya termasuk terapi rehabilitasi medik. [Espos/fid]

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…