Rabu, 30 Maret 2011 10:17 WIB News Share :

Munir akan diabadikan jadi nama jalan di Den Haag

Jakarta (Solopos.com)–Kiprah perjuangan Munir dalam perbaikan HAM di Indonesia diakui dunia internasional. Salah satu buktinya, nama Munir akan dijadikan sebagai nama jalan di Den Haag, Belanda.

“Teman-teman di Belanda ada kebijakan. Bagi mereka yang mempunyai dedikasi jelas untuk kemanusiaan diabadikan namanya,” kata Koordinator Kontras, Haris Azhar saat dikonfirmasi, Rabu (30/3/2011).

Haris melanjutkan, sudah sejak lama dilakukan kontak dengan rekan aktivis HAM di Belanda. Mereka juga menawarkan untuk mengabadikan nama Munir sebagai nama jalan. “Munir memang ada story dengan Belanda. Dahulu kan ke sana mau sekolah di Utrecht,” imbuh Haris.

Istri Munir, Suciwati kini tengah berada di Belanda guna meresmikan jalan itu. Rencananya, akan ada acara seremonia yang digelar di Den Haag.

Munir meninggal dunia dalam perjalanan menuju Belanda pada September 2004. Dia diduga diracun di pesawat Garuda Indonesia. Nyawanya tak tertolong dan Munir meninggal di dalam pesawat.

Terkait kasus Munir ini, pengadilan telah memvonis Pollycarpus, mantan pilot Garuda 20 tahun penjara karena diduga terlibat dalam peristiwa pembunuhan itu. Pengadilan sempat juga menyidangkan Muchdi PR Mantan Direktur V BIN, namun kemudian vonis hakim membebaskan Muchdi.

(dtc/tiw)

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…