Rabu, 30 Maret 2011 09:29 WIB News Share :

KY prihatin dengar pengakuan tentang uang setoran di MA

Jakarta (Solopos.com)–Pengakuan seorang hakim bahwa untuk mendapatkan promosi jabatan di Mahkamah Agung (MA) dengan lobi dan menyetor sejumlah uang membuat Komisi Yudisial (KY) prihatin. Oleh karenanya, KY akan menelaah dan akan menindaklanjuti jika masuk dalam kewenangan KY.

“Kalau memang pengakuan hakim itu benar-benar terjadi, KY sangat prihatin. Sebab itu sudah terkait dengan terganggunya kehormatan seorang hakim,” kata Juru Bicara (Jubir) KY, Asep Rahmat Fajar, Rabu, (30/3/2011).

Pengakuan ini masuk kategori informasi dan akan dipelajari lebih lanjut oleh KY. “Informasi ini akan dipelajari dan ditelaah lebih dalam oleh KY. Kami akan menindaklanjuti apabila memang termasuk ke dalam wewenang KY,” ungkapnya.

Bahkan, jika informasi ini benar, selain melanggar kode etik bisa merambah ke ranah pidana. “Yang jelas kalau melihat pengakuannya sudah ada kategori pidananya, sehingga lembaga yang berwenang untuk itu mungkin bisa juga merespon keadaan ini,” tegas Asep.

“Apabila di mungkinkan dan diperlukan, KY nanti bisa kerja sama dan koordinasi juga dengan lembaga penegak hukum tersebut,” pungkas Asep.

Namun, atas pengakuan ini, MA membantah dengan tegas. Menurut Ketua Muda Bidang Pengawasan MA, Hatta Ali, tidak ada uang setoran dalam promosi jabatan. “Tidak ada. Rotasi dan Promosi itu bersih. Tidak ada setoran,” ungkap Hatta, kemarin.

(dtc/tiw)

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…