Rabu, 30 Maret 2011 14:21 WIB Tak Berkategori Share :

Hilangnya peran untuk partai mencetak calon pemimpin

Jakarta [SPFM], Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) bertemu Wakil Presiden Boediono hari in. Mereka bercerita soal maraknya politik transaksional, serta hilangnya peran partai politik, sebagai tempat kaderisasi calon pemimpin.

Ketua Umum GMNI Soekarwo menilai, kedodoran partai  dalam pengkaderan itu berakibat, pada suburnya praktik politik transaksional di Indonesia. Oleh sebab itu Soekarwo meminta, partai politik memperbaiki sistem kaderisasinya agar dapat menghasilkan pemimpin yang baik.Soekarwo menambahkan, sejauh ini,fungsi rekrutmen kaderisasi dinilai tidak berjalan.

Partai selama ini tidak mendidik calon-calon pemimpin, namun mencari yang popularitasnya besar. Menurut Soekarwo, kaderisasi dalam partai harus direkonstruksi, agar dapat berjalan dengan benar.[dtc/hen]

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…