Selasa, 29 Maret 2011 20:08 WIB Sragen Share :

Protes, ratusan warga Dari dan Karanganyar rusak saluran irigasi

Sragen (Solopos.com)–Sebanyak 200-an petani asal Desa Dari dan Karanganyar, Plupuh, membendung dan merusak saluran irigasi sekunder di Dusun Bulakrejo, Sambirejo, Plupuh, Selasa (29/3/2011). Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes petani, karena lahan pertanian di desa tersebut seluas lebih dari 50 hektare (ha) sering terkena luapan air dari saluran irigasi itu, sehingga mengakibatkan puso.

Kepala Desa (Kades) Dari, Sunardi, saat ditemui seusai pembendungan, Selasa, mengatakan pembendungan saluran irigasi itu merupakan puncak kekesalan para petani yang telah lama menghadapi masalah meluapnya air dari saluran irigasi itu ke sawah-sawah mereka. Pasalnya, saluran irigasi yang berakhir di area persawahan di Dari dan Karanganyar tersebut dibuat tidak disertai dengan saluran pembuangan ke sungai lain. Hal itu mengakibatkan, saluran irigasi buntu.

Karena buntu, setiap kali ada hujan, air dari saluran irigasi itu meluap ke sawah-sawah hingga mengakibatkan tanaman padi puso.

Setidaknya, sawah di Dari dan Karanganyar seluas sekitar 50 ha selalu puso karena kebanjiran. Luas persawahan itu belum termasuk sawah di desa lain yang ikut terkena imbas luapan air irigasi itu.
Kondisi itu mengakibatkan para petani harus menanggung kerugian yang tidak sedikit.

Ditemui terpisah, Kades Sambirejo, Taryadi, menyampaikan pembendungan itu dilakukan sangat sepihak tanpa izin pihak Desa Sambirejo. Ia menilai, pembendungan saluran irigasi itu bukan solusi tepat menyelesaikan masalah. Bahkan menurutnya upaya itu justru dapat menimbulkan masalah baru. Pasalnya, sawah seluas sekitar 20 ha dan permukiman warga Bulakrejo terancam terendam luapan air akibat pembendungan itu.

“Pembendungan itu dapat berakibat timbulnya masalah baru. Mestinya ada musyawarah dulu. Tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat akan timbul masalah sosial yang lebih besar. Kalau sudah begini warga Bulakrejo yang dirugikan,” paparnya.

Sementara itu, Camat Plupuh, Sriyono, mengungkapkan tindakan warga Dari dan Karanganyar merupakan buntut persoalan yang sudah lama mereka hadapi. Untuk mencari solusi, sesuai pembendungan itu ia telah mengajak musyawarah dengan mempertemukan Kades-kades yang bersangkutan, seperti Kades Sambirejo, Dari, Karanganyar, Karungan, Gentanbanaran dan Ngrombo dengan pihak BPSDA dan DPU Sragen. Dalam musyawarah itu, BPSDA akan menganggarkan dana dari dana alokasi khusus (DAK) untuk melaksanakan normalisasi saluran irigasi pada bulan Mei mendatang.

m93

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…