Selasa, 29 Maret 2011 14:18 WIB News Share :

800 Pegawai RSU Garut demo tuntut pembayaran gaji

Garut (Solopos.com)–Ratusan pegawai Rumah Sakit Umum (RSU) dr Slamet, Garut, menggelar aksi unjuk rasa di halaman rumah sakit. Mereka menuntut pihak rumah sakit membayar sejumlah insentif kepada pegawai.

“Kami hanya menuntut agar seluruh hak-hak kami di luar gaji pokok, untuk segera dibayarkan,” ujar Asep, perwakilan pegawai RSU dr Slamet, Garut, Selasa (29/3/2011) kepada wartawan.

Beberapa hak pegawai yang belum dibayarkan antara lain dana perawatan atau medik selama 9 bulan, dana Jamkesda 2010 yang baru dibayarkan selama satu triwulan dan dana insentif di luar gaji pokok manajemen RSU, serta dana remunerasi.

“Itu kan hak kami, kenapa sampai belum juga dibayarkan. Padahal kami beberapa kali sudah meminta kepada pihak pimpinan untuk segera melakukan pembayaran,” ungkap Asep.

Asep menambahkan ada 800 pegawai yang seharusnya mendapatkan hak-haknya tersebut. “Kalau soal nilai itu kewenangan pimpinan,” tambahnya.

Para pegawai ini lantas melakukan rembukan dengan manajemen RSU dr Slamet, Garut. Ruangan pertemuan ini penuh sesak dengan para pegawai rumah sakit. Pertemuan ini berlangsung tertutup, namun terdengar suara perdebatan.

“Maaf ya, ini pertemuan intern kami,” ungkap seorang staf RSU dr Slamet Garut, Yogi Prayogi.

Meskipun ada aksi demonstrasi, namun aktivitas rumah sakit tetap normal. Namun poliklinik, pelayanan obat dan administrasi tampak lebih sepi dari pegawai.

(dtc/tiw)

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…