Senin, 28 Maret 2011 20:15 WIB Wonogiri Share :

Warga tolak pindah, pembangunan Bendungan Pidekso terancam batal

Wonogiri (Solopos.com)–Warga tiga desa di Kecamatan Giriwoyo yang bakal terkena proyek pembangunan Bendungan Pidekso menyatakan menolak pindah. Akibatnya, rencana pembangunan bendungan yang sudah masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) itu terancam batal.

Kepala Desa Tukulrejo, Kenthut Suparyono, kepada wartawan, Senin (28/3/2011) mengungkapkan suara warga lebih kuat menolak rencana pembangunan itu. Mereka tidak mau pindah dari tempat yang telah mereka tinggali dari generasi ke generasi.

“Aspirasi yang saya terima dari masyarakat hampir seluruhnya menolak untuk pindah. Tapi dalam waktu dekat ini akan saya pastikan dulu aspirasi itu, mungkin dengan mengumpulkan para tokoh masyarakat, sehingga nantinya benar-benar diperoleh suara bulat,” kata Kenthut.

Kenthut sendiri mengaku hanya akan mengikuti keinginan masyarakat. Jika memang suara bulat masyarakat menyatakan menolak, akan ia sampaikan penolakan itu ke pemerintah.

Hampir senada disampaikan Kepala Desa Pidekso, Widodo. Dia mengatakan warga di wilayahnya yang terancam digusur untuk pembangunan bendungan itu juga mayoritas menolak. Tak hanya itu, warga juga resah dengan rencana itu.

“Meskipun baru sekadar wacana, warga di sini sudah resah. Mereka yang mau merenovasi rumah, batal karena khawatir setelah direnovasi nanti malah digusur,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Wonogiri H Danar Rahmanto menegaskan meski sudah menjadi salah satu prioritas RPJMN, pemerintah tidak akan sewenang-wenang melaksanakan rencana itu tanpa memperhatikan aspirasi masyarakat yang bakal terkena proyek itu. Dia mengatakan jika masyarakat memang menolak, maka pembangunan bendungan itu tidak akan dilaksanakan.

shs

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…