Senin, 28 Maret 2011 03:09 WIB Sport Share :

Pelatih Brasil dukung Neymar merumput di Premiership agar lebih cemerlang

London (Solopos.com)– Pelatih timnas Brasil Mano Menezes mendukung pemain mudanya, Neymar, pindah ke Inggris untuk berlaga di Premiership agar karir dan kemampuannya kian cemerlang.

Neymar mencuri perhatian setelah pemain berusia 19 tahun itu memborong gol dalam kemenangan 2-0 Brasil atas Skotlandia, Minggu (27/3/2011) malam WIB, di laga ujicoba

Catatan tersebut mengilapkan ketajaman Neymar setelah dalam debutnya untuk Brasil pada 10 Agustus 2010 silam, juga menyumbang satu gol. Artinya ia sudah bikin tiga gol dalam dua laga bersama tim ‘Samba’.

Hal itu lantas ikut memunculkan kembali rumor yang acap menghubung-hubungkan si pemain Santos dengan Chelsea, klub raksasa Liga Primer Inggris.

Menanggapi rumor tersebut, Mano Menezes selaku pelatih Brasil ternyata memberikan tanggapan positif. Ia menilai Liga Primer Inggris bakal membentuk Neymar jadi lebih tangguh.

“Saya pikir itu hanya akan memberi dampak positif untuk Neymar karena ini sekaligus mengonfirmasi perkembangannya,” ulas Menezes di Sky Sports.

“Sepakbola Inggris akan membuatnya jadi lebih kuat dan membantunya menghadapi kawalan ketat dari lawan,” lanjutnya.

Meski begitu, jika Neymar benar-benar pergi nanti, Menezes yakin para penikmat sepakbola Brasil akan merasa cukup kehilangan salah satu bintangnya.

“Saya tidak melihat ada masalah, tapi fans Brasil takkan lagi bisa menyaksikan langsung aksi seorang pemain bagus,” simpulnya.

Dilempar pisang
Neymar jadi bintang saat Brasil menundukkan Skotlandia di laga ujicoba. Kecemerlangan aksi Neymar itu sayangnya dinodai aksi tak terpuji dari penonton.

Dua gol diceploskan Neymar ke gawang Skotlandia saat Brasil menang 2-0 di Stadion Emirates, Inggris, Minggu (27/3/2011) malam WIB.

Sukses memborong gol kemenangan ‘Tim Samba’, pemain Santos berusia 19 tahun itu pun jadi sasaran ketidaksukaan para penonton Skotlandia.

Para pendukung Skotlandia sepertinya memang sudah kurang respek terhadap Neymar. Pasalnya ia beberapa kali dicemooh di awal-awal pertandingan karena dinilai acap pura-pura cedera.

Puncak ketidaksukaan dari fans Skotlandia itu adalah saat sebuah pisang dilemparkan ke arah Neymar ketika pertandingan tersebut memasuki kisaran menit ke-77.

Penyerang yang juga piawai beraksi sebagai gelandang serang itu sendiri mengaku tidak melihat pisang itu melayang. Ia baru sadar tatkala mendapati ada sebuah pisang teronggok di atas lapangan, tidak jauh dari posisinya saat itu.

“Terjadinya hal-hal seperti ini menyedihkan sekali, tapi aku tidak akan terlalu memikirkannya,” ujar Neymar kepada Reuters.

“Ini hari yang luar biasa dan sudah pasti layak untuk dikenang,” lanjutnya santai.

Pelatih Brasil Mano Menezes mengaku tidak melihat insiden tersebut tapi sangat menyayangkannya.

Sedangkan Lucas Leiva, gelandang Brasil yang bermain di Inggris bersama Liverpool, ikut prihatin dengan aksi berbau rasis yang menimpa rekan setimnya tersebut.

“Dewasa ini tidak ada tempat untuk rasisme. Eropa, yang dikategorikan sebagai dunia pertama, adalah tempat di mana hal ini justru sering terjadi. Hari ini warna kulit dan ras harusnya tidak berarti apa-apa,” tegas Lucas kepada Globo TV. (Detikcom)

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…