Senin, 28 Maret 2011 23:58 WIB Wonogiri Share :

Lagi, AI serang 2 kecamatan di Wonogiri

Wonogiri (Solopos.com)–Wabah flu burung atau avian influenza (AI) kembali menyerang di dua kecamatan di Kabupaten Wonogiri. Sedikitnya 82 ekor ayam kampung mati di Dukuh Nunggulan Desa Tremes, Sidoharjo, dan Dukuh Cinderejo, Jatisari, Jatisrono, akibat terinveksi AI.

Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (Disnakperla) Kabupaten Wonogiri, drh Ismaryati Budiningsih, menyebutkan kematian unggas dalam jumlah cukup besar itu diketahui, Jumat (25/3/2011) lalu.

Menurutnya, hasil rapid test petugas participtory diseases and surveillance response (PDSR), kematian ternak tersebut dipastikan karena AI. “Sudah dilakukan pengujian atau rapid test dan hasilnya positif AI. Kasus di Tremes, Sidoharjo, dan Jatisari, Jatisrono, itu merupakan yang ketiga selama bulan Maret 2011 ini,” ungkapnya ketika ditemui Espos di ruang kerjanya di Kantor Disnakperla Kabupaten Wonogiri, didampingi salah seorang petugas PDSR, Endah Tri Susanti, Senin (28/3/2011).

Ismaryati menyatakan, hasil penelusuran tim PDSR, wabah AI di Tremes menyerang ternak ayam kampung di lingkungan RT 01/RW III, dengan jumlah kematian mencapai sebanyak 60 ekor.  Dalam waktu yang bersamaan di Desa Jatisari, Jatisrono, flu burung menjangkiti ternak serupa milik warga di RT 03/RW II Cinderejo dan menyebabkan 22 ekor ayam juga mati.

“Menyusul temuan AI itu, tim di lapangan telah melakukan langkah-langkah yang perlu untuk menanggulangi penyebarannya. Termasuk berkoordinasi dengan petugas Puskesmas dalam rangka kewaspadaan penularannya ke manusia,” sambungnya.

Sementara itu Endah menjelaskan, sebelum temuan kasus di Desa Tremes, Sidoharjo, dan di Desa Jatisari, Jatisrono, wabah AI menyerang unggas warga di lingkungan Dukuh/Desa Jaten Kecamatan Selogiri, awal bulan Maret 2011. “Kasus flu burung di Desa Jaten tercatat tanggal 3 Maret lalu, dengan jumlah kematian unggas hingga sekitar 12 ekor,” ujarnya.

Dikemukakan Ismaryati dan Endah, dengan kondisi cuaca seperti saat ini, wabah flu burung mudah berjangkit dan menyebar dengan cepat. Terlebih banyak ternak unggas warga yang selama ini masih dipelihara dengan cara diliarkan. Karena itu untuk menekan angka kasus dan minimalisasi kemungkinan penyebaran, warga diminta dengan kesadarannya sendiri untuk mengandangkan unggas mereka dan menjaga kebersihan kandang dan lingkungan.

Data yang dihimpun Espos, jumlah kasus AI selama tiga bulan pertama 2011 tercatat ada sembilan kasus dengan lokasi persebaran di sembilan desa di tujuh kecamatan. Jumlah kematian unggas secara keseluruhan mencapai 432 ekor dengan kasus terbesar di Desa Ngadirojo
Lor, Ngadirojo, dengan unggas mati hingga 138 ekor.

(try)

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…