Senin, 28 Maret 2011 05:41 WIB Tak Berkategori Share :

Banyaknya pelanggaran indikasikan sosialisasi UU masih lemah

Solo (Solopos.com)–Banyaknya pelanggaran light on di beberapa jalan di Kota Bengawan mengindikasikan sosialisasi UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan masih lemah. Hal ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi penegak hukum guna memberikan pemahaman terhadap masyarakat di masa mendatang.

Transfer knowledge menjadi salah satu kunci utama merealisasikan UU hingga ke tataran akar rumput.Beberapa pasal kunci dalam UU yang dinilai urgen perlu disampaikan ke masyarakat secepatnya.

Demikian ditegaskan Pengamat Transportasi sekaligus Dosen Tranportasi UNS, Dr Eng Syafii MT kepada Solopos.com, Minggu (27/3/2011). Dua faktor lain yang menjadi penyebab masih banyaknya pelanggar light on, yakni masih buruknya budaya tertib lalulintas dan lemahnya langkah penegak hukum dalam merealisasikan UU.

“Tiga faktor itu yang menjadikan UU Nomor 22 tahun 2009 belum dijalankan secara maksimal. Fenomena seperti ini bukan terjadi di Solo saja, melainkan di kota-kota lain di Indonesia sebagain besar seperti itu,” katanya.

Regulasi UU Nomor 22 tahun 2009 yang telah digodok di pemerintah pusat dianggap sudah tepat. Diharapkan dengan regulasi tersebut, masyarakat Indonesia (khususnya di Solo) bakal mentaati dan melaksanakannya. Implementasi regulasi yang baik mencerminkan suatu masyarakat memiliki kesadaran cukup tinggi di depan hukum.

 

pso

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…