Minggu, 27 Maret 2011 14:32 WIB Hukum Share :

Kaki kiri putus, pemulung tewas kena ledakan gas 3 kg

Jakarta (Solopos.com)--Sebuah tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram diduga meledak di pinggir kawasan Banjir Kanal Timur (BKT) Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur subuh tadi. Akibatnya, seorang pemulung tewas setelah kaki kirinya putus.

“Diduga ledakan gas 3 Kg. Karena waktu olah TKP, kita menemukan serpihan tabung gas tersebut di lokasi,” kata Kapolsek Cakung Kompol Made Wisnu saat dihubungi wartawan, Minggu (27/3/2011).

Korban diketahui bernama Jaka yang berprofesi sebagai pemulung. Korban tewas setelah ledakan memutuskan kaki kirinya. “Saat disamperin oleh saksi, korban bilang, saya sudah tidak kuat,” kata Made.

Made menceritakan, peristiwa itu terjadi pada Minggu subuh sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu, seorang satpam bernama Nasrul mendengar bunyi ledakan cukup keras dari jarak 300 meter dari lokasi. “Saksi kemudian mencari tahu sumber ledakan tersebut bersama temannya,” terang Made.

Setibanya di lokasi, saksi menemukan korban sudah tergeletak di pinggiran BKT. Saat itu, saksi menemukan korban tengah meringis kesakitan dengan kondisi setengah sadar. “Kakinya hilang sebelah yang kiri, mulai dari dengkul ke bawah,” sebutnya.

Polisi yang tiba pukul 05.30 WIB langsung melakukan olah TKP. Korban sudah tewas ketika polisi tiba. “Korban dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo,” tutup Made.

Hingga kini polisi masih menyelidiki penyebab ledakan. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan oleh pihak polisi.

(dtc/tiw)

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…