Minggu, 27 Maret 2011 22:23 WIB Tak Berkategori Share :

Jepang minta WTO tidak berlebihan

Jenewa [SPFM], Jepang meminta Organisasi Dagang Dunia (WTO) agar meminta anggotanya tidak berlebihan dalam merespons krisis nuklir di perfektur Fukushima Daiichi. Akibat krisis nuklir, sejumlah negara telah memberlakukan larangan impor makanan Jepang karena takut terkontaminasi radiasi.

Seperti dikutip dari Kyodo Minggu (27/3), utusan pemerintah Jepang akan mengajukan permintaan dalam pertemuan informal Komite Negosiasi Dagang WTO yang akan bersidang pada Selasa (29/3) pekan depan. Sidang itu akan menjadi sidang pertama setelah krisis nuklir akibat gempa tsunami pada 11 Maret.

Jepang berharap negara-negara anggota mematuhi kesepakatan WTO yakni tidak memberlakukan larangan impor dengan alasan ilmiah. Jepang meminta WTO menyampaikan pada anggotanya bahwa Jepang telah melakukan langkah-langkah yang ketat, seperti larangan pengapalan makanan pada produk pertanian yang mengandung bahan radioaktif tingkat tinggi sehingga memenuhi standar internasional. [tempo/tna]

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…