Minggu, 27 Maret 2011 20:25 WIB Wonogiri Share :

Jalan berlubang di Giritontro telan korban nyawa

Sumber ilustrasi foto: Google imange

Wonogiri (Solopos.com) — Satu lagi nyawa melayang akibat kecelakaan di jalan berlubang. Kali ini terjadi di ruas jalan wilayah Dusun Tambaksari RT 1/RW VII Desa Pucanganom, Kecamatan Giritontro, Sabtu (26/3) pagi. Korbannya adalah Miskam, 53, warga Dusun Gunung Bromo RT 2/VII, Desa Bayemrejo, Giritontro.

Miskam tewas setelah sepeda motor yang dikendarainya, Honda Revo AD 5635 RR bertabrakan dengan sepeda motor Yamaha Jupiter Z AD 6453 WK yang dikendarai Martini, 31, warga Lingkungan Giritontro Kidul RT 1/RW II Kelurahan/Kecamatan Giritontro, yang saat itu berboncengan dengan Kartiyem, 55, warga Dusun Luweng, Desa Tawangharjo, Giritontro.

Informasi yang diperoleh <I>Espos</I> dari Satlantas Polres Wonogiri, saat kejadian, Miskam tengah melaju dari arah selatan. Miskam mengemudikan sepeda motornya dengan kecepatan sedang.

Sampai di tempat kejadian, ada sebuah lubang besar di tengah jalan. Menghindari lubang itu, sepeda motor Miskam agak melebar ke lajur kanan jalan. “Saat itulah, pada saat bersamaan, melaju sepeda motor yang dikendarai oleh Martini dari arah berlawanan. Meskipun sama-sama dalam kecepatan sedang, namun jarak mereka sudah terlalu dekat sehingga tabrakan tak bisa dihindarkan,” jelas Kanitlaka, Iptu Jumari, mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Nanang Avianto dan Kasatlantas, AKP M Ridwan, Minggu (27/3).

Akibat tabrakan tersebut, Miskam mengalami luka benturan di kepala yang mengirimnya pada kematian. Sedangkan Martini dan Kartiyem harus dirujuk ke RS dr Oen Solo. Martini terluka berat di bagian hidung. Dia bahkan sempat tidak sadarkan diri. Sedangkan Kartiyem menderita banyak luka lecet dan tulang tangannya patah.

Jumari mengimbau pihak-pihak terkait agar secepatnya memperbaiki kerusakan jalan. Pasalnya, sudah banyak orang yang mengalami kecelakaan akibat terperosok ke dalam lubang jalan.

Jumari menyebut salah satunya terjadi pada Januari 2011 lalu. Seorang warga Pacitan, Sokidi, 51, mengalami kecelakaan saat hendak menghindari lubang di ruas jalan Gumiwang Lor, Wuryantoro hingga akhirnya meninggal  dunia karena terluka parah.<B>(shs)</B>

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…