Minggu, 27 Maret 2011 04:07 WIB Klaten Share :

36.000 pohon ditanam di lereng Merapi

Jogonalan (Solopos.com)–Paguyuban Mitra Multikultur Indonesia (MMI) Klaten bekerjasama dengan Penghijauan Area Lereng Merapi (PALM) Yogyakarta akan menanam 36.000 pohon di lima desa lereng Gunung Merapi, hari ini, Minggu (27/3/2011).

Acara penanaman ribuan pohon tersebut dilakukan dalam upaya penghijaun kembali di lima desa yang terkena dampak erupsi Merapi 2010 lalu. Lima desa tersebut Desa Balerante, Desa Talun, Desa Sidorejo, Desa Kendalsari dan Desa Tlogowatu, Kecamatan Kemalang.

“Kami melakukan survei dulu sebelum melakukan penanaman pohon, dari semua pohon hampir 85 % pohon buah,” ujar Koordinator MMI Klaten, Jazuli A. Kasmani NCB, saat ditemui Espos, Sabtu (26/3/2011).

Menurutnya, jenis pohon yang akan ditanam itu antara lain Pohon Kelengkeng, Trembesi, Sirsak, Apukat, Matoa, Jambu biji, Jabon dan Sengon. Sebelum pelaksanaan penanaman, imbuhnya, dilakukan penyerahan pohon secara simbolis kepada perangkat desa penerima bantuan pohon di GKJ Gondang Winangun, Dukuh Ngangkruk, Desa Karangdukuh, Jogonalan, Sabtu.

“Harapan kami ke depan, pohon yang kami tanam bisa bermanfaat bagi warga setempat. Dan penanaman pohon ini akan kami galakkan bersama kelompok masyarkat dengan tidak memandang suku, rasa dan agama,” ujar Jazuli.

(m98)

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…