Sabtu, 26 Maret 2011 11:26 WIB Solo Share :

Solo waspada siklus lima tahunan DBD

Solo (solopos.com)--Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mewaspadai siklus lima tahunan kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di wilayah tersebut. Tahun 2011 ini, kasus DBD diperkirakan mencapai puncaknya pada sekitar bulan Juni-Juli mendatang. Hingga pekan ketiga atau akhir bulan Maret, jumlah kasus DBD di Kota Solo tercatat 38 kasus dengan satu orang pasien DBD meninggal dunia (MD).

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Titiek Kadarsih mengemukakan prediksi puncak kasus DBD tersebut dilihat dari data siklus lima tahunan, diprediksi puncak kasus DBD di Solo terjadi pada sekitar bulan Juni-Juli tersebut.

“Dari data siklus lima tahunan tersebut diprediksikan bahwa puncak kasus DBD tahun ini akan terjadi pada sekitar bulan Juni-Juli nanti,” ungkap Titiek saat dimintai konfirmasi ihwal kasus DBD di Solo, Sabtu (26/3/2011).

Titiek menyebutkan hingga saat ini, kasus penyakit DBD masih menjadi prioritas bagi Pemkot Solo untuk ditangani, tanpa mengesampingkan kasus penyakit lainnya. Masyarakat juga diminta untuk senantiasa waspada meskipun diakuinya, sejak tahun lalu jumlah kasus DBD yang terjadi menurun. Sebab munculnya kasus DBD kini tidak hanya karena faktor cuaca melainkan faktor lainnya yang tidak dapat diprediksi.

 

sry

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…