Sabtu, 26 Maret 2011 17:14 WIB News Share :

Nah ini cerita insiden Lion Air versi Roy Suryo

Jakarta (Solopos.com) — Politikus Partai Demokrat Roy Suryo terlibat insiden di dalam pesawat Lion Air Jakarta-Yogyakarta. Lion Air beranggapan Roy salah naik pesawat, sehingga tidak ada yang namanya nomor kursi ganda.

Lalu bagaimana cerita versi Roy yang sebenarnya? Berikut hasil wawancara detikcom dengan Roy, Sabtu (26/3/2011).

Bagaimana kejadian sebenarnya? Apakah Bapak sudah naik pesawat yang benar?

Jadi peristiwanya itu begini. Yang jelas saya datang ke bandara sesuai rekomendasi yang diberikan kepada saya. Saya naik flight Lion walaupun saya selalu punya 2 tiket, Lion Air dan Garuda. Karena Lion Air bisa confirm, saya langsung check-in. Saya diingatkan dan langsung diantar ke Gate A7. Kalau saya salah naik, saya pasti akan diberitahu karena flight berikutnya itu di Gate A1.

Setelah saya masuk ke gate, tiket saya itu diperiksa oleh petugas di gate dan diantar oleh petugas gate Lion Air. Saya sudah 20 menit duduk di pesawat, terus tiba-tiba ada rombongan band masuk, 2 orang di antara mereka nggak dapat duduk.

Lalu boarding pass saya dilihat oleh pramugari dan pramugarinya bilang bahwa ini untuk flight berikutnya. Setelah itu ada petugas ground yang naik dan bilang bahwa ini untuk flight berikutnya dan etikanya kurang sopan. Saya minta dia untuk mengecek kembali. Jadi sepertinya ada memang ada miskomunikasi antara petugas malam dan petugas siang sehingga ada kesalahan pencetakan tiket. Tapi
akhirnya saya mengalah, saya berdiri dan minta maaf kepada para penumpang dan turun dari pesawat.

Bagaimana dengan tweet dari Ernest tentang kejadian di pesawat itu?

Satu, saya tidak pernah tau siapa itu Ernest dan saya tidak pernah ketemu dia. Jadi kalau dia bilang dia ikut ngusir, itu bohong. Kedua, saya tidak melihat peristiwa dimana Kapten Vino yang keluar dari kokpit, membawa tas dan bilang pejabat itu (maaf) anjing’. Kalau pilot sudah marah, itu dia tidak boleh menerbangkan pesawat lho.

Itu cerita dari mana? Ernest bohong besar. Saya tidak ingin menanggapi orang yang bohong, biar pihak Lion yg menjelaskan. Banyak orang yang berkomentar negatif termasuk beberapa politisi. Kalau nggak ngerti masalahnya, nggak usah komen. Saya telah jadi korban dari kebohongan. Kalaupun peristiwa Kapten Vino itu ada, saya tidak melihat dan tidak mendengar.

Kalau memang terjadi, seharusnya pilot itu tidak dijadikan pahlawan karena itu bukan sikap yang pantas dari seorang pilot. Sementara yang pertama kali nyuruh turun itu petugas ground dari Lion Air yang kurang sopan etikanya.

Apakah pihak Lion Air meminta maaf langsung kepada Bapak?

Pihak Lion Air sudah minta maaf berkali-kali. Kalau tidak, tentu saya tidak akan bisa ikut flight berikutnya dan mendapatkan special treatment seperti penerbangan yang lebih cepat dari seharusnya. Bahkan para penumpang di flight yang kedua senang, mereka bilang tumben Lion tepat waktu. Mereka pikir mungkinkarena ada anggota DPR, mereka kan tidak tahu kejadian di flight sebelumnya.

Mereka pun menyalami saya. Kalau seandainya itu salah saya, saya akan disuruh nunggu flight berkutnya yang lebih lama dan bisa kena penalti, bisa-bisa tiket saya hangus karena sudah dirobek oleh petugas.

Saya sudah sepakat sama pihak Lion Air, biar Lion yang menginvestigasi pilot (Kapten Vino) tersebut. Sedangkan kalau masyarakat masih percaya dengan kabar bohong dari Ernest, saya hanya berdoa agar dapat diberi pencerahan.

detik.com

lowongan pekerjaan
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…