Sabtu, 26 Maret 2011 08:25 WIB Tak Berkategori Share :

Dua Poin Krusial RUU intelijen

JAKARTA [SPFM], Munculnya Rancangan Undang-Undang (RUU) Intelejen Negara yang saat ini tengah dibahas Pemerintah dan DPR, banyak memuculkan kontroversi. Pasalnya, RUU Intelijen ini dikhawatirkan dapat melemahkan penegakkan hak asasi manusia (HAM).

Pengamat politik Bima Arya Sugiarto Jumat (25/3) mengatakan, ada dua poin krusial dalam RUU Intelejen. Antara lain kewenangan untuk menyadap serta kewenangan untuk menangkap. Menurut Bima kedua poin itu menjadi hal yang sensitive, jika badan intelijen ini memiliki kekuatan yang melebihi lembaga atau aparat lain, seperti polisi, atau kejaksaan.
Sementara itu, terkait kewenangan penyadapan, menurut Bima, masih bisa dipahami. Namun demikian, ia mengatakan RUU Intelijen sebaiknya tidak tumpang tindih dengan UU lainnya yang sudah ada, seperti UU Kerahasiaan Negara. [miol/dev]

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.NSC FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…