Jumat, 25 Maret 2011 14:33 WIB Wonogiri Share :

Protes warga warnai perayaan Ultah PDAM di Wonogiri

Wonogiri (Solopos.com)–Sejumlah warga di sekitar lokasi kantor pusat dan instalasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Tirta Sari di Lingkungan Kajen, Kelurahan Giripurwo, Wonogiri melakukan aksi protes dengan memasang spanduk di jalan masuk saat diadakan pembagian doorprize bulan promosi HUT ke-21 PDAM, Jumat (25/3/2011).

Spanduk berbunyi Bapak Bupati, kami mohon Bapak meninjau tempat mesin pompa air PDAM dan mohon dipasang peredam suara di tempat tersebut karena suara bising dari pompa tersebut yang bagaikan suara helikopter sangat mengganggu kehidupan kami. Selama ini PDAM tidak pernah peduli hal tersebut, langsung menyolok mata siapapun yang hendak menuju kantor DPAM untuk menghadiri perayaan Ultah itu, tak terkecuali Bupati Wonogiri H Danar Rahmanto.

Saat menyampaikan sambutannya, Danar langsung merespons tulisan dalam spanduk itu dengan menginstruksikan agar direktur PDAM segera membenahi pompa tersebut agar tidak mengganggu warga. Tak hanya itu, Danar dan Wakil Bupati Yuli Handoko serta para pejabat lainnya pun langsung meninjau lokasi pompa itu di belakang kantor PDAM.

Pjs Direktur PDAM, Sumadi menegaskan akan menindaklanjuti instruksi Bupati tersebut. “Terus terang saya malah tidak tahu karena baru kali pertama ini ada protes. Tapi akan langsung kami tindaklanjuti,” jelas direktur yang habis masa jabatannya awal Maret 2011 lalu itu.

Sementara itu, salah satu warga yang memasang spanduk itu, Joko Bintoro mengungkapkan selama masa jabatan Sumadi sebagai direktur PDAM, warga memang tidak pernah melayangkan protes. “Masalah ini sebenarnya sudah sangat lama. Waktu direkturnya masih Pak Purwoko, kami sudah sering melayangkan protes tapi tak pernah diperhatikan. Sedangkan selama direktur yang sekarang ini memang belum. Baru kali ini. Kebetulan momentumnya pas, yakni saat Ultah PDAM,” kata warga Kajen RT 1/RW X Giripurwo tersebut.

Joko, yang mengaku rumahnya berada sangat dekat dengan lokasi pompa itu mengatakan suara mesin pompa itu terdengar sangat keras oleh sedikitnya tujuh keluarga di wilayah terdekat. Suara itu terdengar setiap hari, mulai pukul 24.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Kadang malah sampai 24 jam penuh.

(shs)

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…