Jumat, 25 Maret 2011 16:22 WIB Solo Share :

PDAM janji atasi air tak layak minum

Solo (Solopos.com)--Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Solo berjanji akan turun tangan mengatasi masalah air yang dinilai tidak layak konsumsi oleh warga Perumahan Nasional (Perumnas) Mojosongo.

Direktur PDAM Solo, Singgih Tri Wibowo saat ditemui Solopos.com di sela-sela kesibukannya, Kamis (24/3/2011) petang, mengungkapkan dalam jangka dekat pihak akan meninjau kawasan Perumnas Mojosongo untuk memeriksa kondisi air PDAM di sana. Dia menilai, sebenarnya jika dilihat dari sumbernya, air PDAM sudah layak minum sehingga warga tidak perlu khawatir untuk mengonsumsinya. “Air itu berasal dari mata air Cokro, Klaten. Kalaupun ada kandungan logam, tapi itu tidak berbahaya. Cuma, saran kita sebelum dikonsumsi harus dimasak dahulu,” kata Singgih.

Lebih lanjut, Singgih menjelaskan, sesuai dengan uji laboratorium yang dilakukan setiap dua pekan sekali, kandungan besi (Fe) pada air PDAM masih di bawah 0,3 mg/l. ”Fe itu bukan logam berat sehingga tidak berbahaya untuk dikonsumsi,” kata dia.

Munculnya kerak putih pada peralatan masak, kata Singgih, merupakan hasil reaksi dari proses pemanasan. Namun begitu, untuk memastikannya, pihaknya akan melakukan peninjauan Perumnas Mojosongo untuk mengecek langsung kondisi air di sana. “Bisa jadi itu disebabkan adanya kotoran dari dalam pipa. Nanti kami juga akan membersihkan pipanya dari kotoran-kotoran,” kata Singgih.

Singgih mengakui, pasokan air untuk kawasan Mojosongo memang terkedala kondisi lahan yang relatif lebih tinggi dibandingkan daerah lain. ”Jika konsumsi tinggi maka tekanan air akan rendah, ketika konsumsi masyarakat rendah makan tekanan akan tinggi. Sementara speed driver yang kami gunakan memiliki kecepatan yang rendah untuk mengalirkan air ke kawasan Mojosongo,” kata Singgih.

Faktor lain yang bisa menghambat laju air, kata Singgih, adalah kerusakan pada <I>valve<I> atau katup pada pipa. Menurutnya, valve terbuat dari metal yang bisa keropos. ”Kemungkinan valve yang sudah keropos itu menutup sebagian lubang pipa sehingga menghambat laju air,” urai dia.

Sebelumnya, sejumlah warga di Perumnas Mojosongo, Solo, mengeluhkan kondisi air dari PDAM. Selain tidak lancar, warga menilai air tersebut tidak layak minum. Nehemia Purnanto, 27, salah seorang warga di Perumnas Mojosongo mengungkapkan warga khawatir mengalami gangguan kesehatan jika terus-menerus meminum air dari PDAM.

mkd

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…