Jumat, 25 Maret 2011 22:15 WIB Sragen Share :

DPC PDIP tanggapi dingin soal mosi tak percaya

Sragen (Solopos.com)--Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sragen menanggapi dingin atas tudingan sejumlah kader dan struktural Ranting dan Pimpinan Anak Cabang (PAC).

DPC PDIP melimpahkan persoalan tentang indikasi pengkhianatan rekomendasi kepada para Koordinator Desa (Kordes) dan Koordinator Kebayanan (Koryan).

Sekretaris DPC PDIP Sragen Sugiyamto saat dijumpai wartawan di Sekretariat DPC PDIP Beloran, Sragen, Jumat (25/3/2011), tidak banyak komentar soal munculnya mosi tidak percaya dari para mantan struktural partai, kader partai serta struktural Ranting dan PAC.

“DPC tidak perlu menanggapi tudingan itu. Biarlan Koryan dan Kordes yang menanggapi masalah itu. Mereka lebih tahu persis permasalahan di lapangan selama proses Pilkada (pemilihan kepala daerah-red),” ujar Sugiyamto yang juga menjabat Ketua DPRD Sragen.

Sejumlah pengurus DPC DPIP lainnya, seperti Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Suparmin, Sigit Pramono dan sejumlah pengurus lainnya hanya terdiam. Mereka lebih menyoroti pada upaya maksimal yang dilakukan semua pengurus dan kader PDIP selama Pilkada. Mereka juga menerima kekalahan dalam Pilkada.

“Jika DPP melakukan evaluasi Pilkada dan menerjunkan tim ke bawah pasca-Pilkada itu  erupakan hal yang wajar dan seharusnya seperti itu,” tambah Sigit.

Koryan PDIP Samberembe, Kalijmabe, Nuryanto, menyatakan mosi tidak percaya itu disampaikan oleh orang-orang yang tidak suka dengan DPC PDIP.

Apalagi ada desakan untuk pembekuan pengurus DPC PDIP. Menurut dia, orang-orang yang menuding adanya pengkhianatan terhadap rekomendasi DPP DPIP merupakan orang-orang yang ingin menunjukkan
eksistensi mereka.

“Sebenarnya mereka tidak digunakan dalam kepengurusan DPC PDIP. Tetapi mereka ingin tampil menunjukkan kemampuannya. Saya kira mereka bagian dari orang-orang yang sakit hati atas keputusan DPC PDIP. Selama ini PDIP masih solid dan tidak ada upaya pengkhianatan terhadap rekomendasi DPP,” tegasnya.

trh

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…