Jumat, 25 Maret 2011 20:05 WIB Tak Berkategori Share :

Bali kehilangan 2.800 kamar per malam akibat tsunami Jepang

Denpasar (Solopos.com) –– Bencana gempa dan tsunami disusul bahaya radiasi nuklir mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan Jepang ke Bali. Diperkirakan, Bali kehilangan sebanyak 2.800 kamar per malam.

Demikian disampaikan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung Rai Suryawijaya di Kuta, Jumat (25/3/2011).

Rai mengatakan sejak bencana gempa dan tsunami tingkat kunjungan wisatawan Jepang menurun drastis. Kondisi diperparah dengana banyaknya wisatawan Jepang yang memperpendek waktu kunjungannya karena mendadak kembali ke negaranya.

“Turun sampai 60 persen. Bahkan sebanyak 2.800 kamar per malam dibatalkan di wilayah Badung dan Denpasar,” kata Rai.

Disebutkan, dalam kondisi normal, rute penerbangan pesawat dari Jepang ke Bali sebanyak tiga kali sehari. Dalam sehari mengangkut 900 orang wisatawan Jepang ke Bali.

Umumnya, masa tinggal wisatawan Jepang selama empat malam lima hari. Bahkan, wisatawan Eropa mencapai tiga minggu. Rata-rata lama tinggal wisatawan mancanegara mencapai 9,5 hari.

Dengan kondisi tersebut, Rai mengajak pelaku industri pariwisata Bali agar tak selalu tergantung dengan satu market. Jepang menduduki peringkat ke-3 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali.

“Eropa bagus. Australia bagus, Asia lainnya, seperti China, Thailand, Malaysia juga bagus,” ujarnya.

Ia pun memprediksi, rendahnya tingkat kunjungan wisatawan Jepang akan berlangsung hingga bulan September. Pasalnya, warga Jepang yang memiliki sikap toleransi yang tinggi sedang berjuang membantu warganya yang terkena bencana.

“Mudah-mudahan setelah recovery selesai, mereka berlibur lagi mulai bulan Oktober. Kunjungan wisatawan Jepang akan normal kembali tahun 2012 normal. Mudah-mudahan tidak ada bencana lagi,” kata Rai.

detik.com

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…