Jumat, 25 Maret 2011 15:49 WIB Boyolali Share :

2 Titik longsor tutup jalur Cepogo-Selo

Boyolali (Solopos.com)–Hujan deras yang terjadi di wilayah lereng Merapi dan Merbabu, Kamis (24/3/2011) sore, menyebabkan tanah longsor di dua titik di Kecamatan Selo. Akibatnya, longsor menutup jalur alternatif Cepogo-Selo.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, lalu lintas terputus, karena motor maupun mobil tidak bisa melewati jalur alternatif ke Kecamatan Ampel tersebut. Dari pantauan Espos, Jumat (25/3/2011), tanah longsor itu terjadi di ruas Jl Cepogo-Jeruk, Selo, tepatnya di Dukuh Rejosari, Desa Tarubatang, Selo. Panjang longsoran sekitar 10 meter dengan ketebalan sekitar tiga meter dan tinggi sekitar delapan meter.

Sedang, longsor kedua terjadi di ruas jalan yang sama, Cepogo-Jeruk, Selo, tepatnya di Dukuh Kemangen, Desa Senden, Selo dengan panjang sekitar 15 meter, ketebalan dua meter dengan tinggi enam meter. Para pengendara motor harus ekstra hati-hati melintas di jalur tersebut. Selain itu, akibat tanah longsor itu mobil tidak bisa melintas, karena tertutup longsor yang cukup tebal.

Salah seorang warga Tarubatang, Trisno mengatakan tanah longsor itu terjadi saat hujan deras melanda kawasan Selo dan sekitarnya. “Saat kejadian tidak ada kendaraan yang melintas. Jalur itu juga sangat rawan longsor, karena tanah labil,” ujarnya kepada wartawan di lokasi, Jumat.

Sementara, Camat Selo Subiso mengatakan pihaknya sudah memerintahkan perangkat Desa Senden dan Tarubatang untuk mengerahkan warga melakukan pembersihan tanah longsor.
“Sudah kami laporkan ke Pemkab. Selain itu kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Pertambangan Perhubungan dan Kebersihan (DPUPPK) untuk menerjunkan alat berat membantu membersihkan longsoran tanah,” ujarnya kepada wartawan, Jumat.

(fid)

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…