Kamis, 24 Maret 2011 10:04 WIB Internasional Share :

Kebakaran di kokpit, pesawat Qantas mendarat darurat

Sydney (Solopos.com)–Pesawat milik maskapai penerbangan Australia, Qantas kembali bermasalah. Pesawat Airbus A330-200 itu terpaksa melakukan pendaratan darurat dikarenakan adanya kobaran api di kokpit.

Pesawat tersebut tengah dalam perjalanan dari Manila, Filipina menuju Sydney, Australia pada Rabu (23/3/2011) sore waktu setempat ketika gangguan listrik menimbulkan asap dan kebakaran kecil dekat kaca depan sebelah kiri kokpit.

Pilot kemudian menggunakan alat pemadam kebakaran untuk menjinakkan kobaran api. Pesawat pun dialihkan ke Cairns, Queensland. Dalam pernyataannya, maskapai Qantas menyatakan insiden itu tidak menimbulkan dampak serius bagi seluruh penumpang.

“Tidak ada efek sakit ataupun luka-luka yang dialami 147 penumpang atau 11 kru, dan semua penumpang ditempatkan di penerbangan domestik lainnya guna menyelesaikan perjalanan mereka ke Sydney,” demikian statemen Qantas seperti dilansir AFP, Kamis (24/3/2011).

Namun seorang penumpang mengatakan pada media The Sydney Morning Herald bahwa insiden itu sangat menakutkan. “Ada bau terbakar di kabin yang sangat kuat, dan kemudian kapten bicara di mikrofon dan menjelaskan adanya masalah listrik yang berarti ada risiko serius kebakaran,” ujar penumpang yang enggan disebutkan namanya.

“Kemudian dia menjelaskan bahwa api kembali berkobar dan mereka harus menggunakan alat pemadam kebakaran di kokpit,” imbuh pria tersebut.

Qantas telah mengalami beberapa insiden dalam beberapa bulan terakhir. Pada November 2010 lalu, salah satu mesin pesawat superjumbo Airbus A380 milik Qantas meledak saat melintas di Batam. Pesawat pun terpaksa mendarat darurat di Changi, Singapura.

Kemudian pada Januari lalu, penerbangan Qantas bertujuan New York, AS terpaksa mendarat darurat di Fiji setelah pesawat Boeing 747 mengalami masalah dengan katup bahan bakar di salah satu mesinnya. Setelah itu, pesawat Boeing 747 lainnya mengalami masalah mesin tak lama setelah lepas landas dari Bangkok, Thailand. Akibatnya, pesawat terpaksa kembali ke Bangkok.

(dtc/tiw)

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Memaknai Imlek, Memulihkan Bumi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (15/2/2018). Esai ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menekuni kajian sejarah Tionghoa. Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@tgmail.com. Solopos.com, SOLO–Syahdan ketika Dinasti Qing runtuh dan mengakhiri sejarah…