Rabu, 23 Maret 2011 17:14 WIB Pendidikan Share :

STAIN Surakarta jadi pusat kebudayaan Islam Jawa

Sukoharjo (Solopos.com)--Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Surakarta atau yang sebentar lagi akan menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, bertekad untuk menjadi pusat kebudayaan Islam Jawa. Diharapkan STAIN Surakarta menjadi rujukan utama bagi siapapun yang ingin mempelajari Islam Jawa.

Hal itu disampaikan Ketua STAIN Surakarta, Dr Imam Sukardi, saat ditemui wartawan seusai acara Kegiatan Ilmiah Nasional di Graha STAIN Surakarta, Rabu (23/3/2011). Jika orang barat mau mempelajari kebudayaan Islam Jawa misalnya, diharapkan langsung menuju STAIN Surakarta. “Ini merupakan salah satu konsep yang diharapkan bisa menjadi keunggulan STAIN Surakarta sebagai sebuah perguruan tinggi,” jelasnya.

Sebagai langkah awal, katanya, akan segera dibentuk Javanis Corner, sebuah lembaga yang konsen mengkaji kebudayaan Jawa. Selama ini STAIN Surakarta juga mempunyai forum kajian kitab-kitab lama untuk mengembangkan kebudayaan. STAIN Surakarta juga menyiapkan orang-orang khusus yang mendalami linguistik.

Di masa mendatang, katanya, pimpinan STAIN Surakarta ingin mewujudkan satu cita-cita yaitu mencetak ulama intelek dan intelek ulama. Yaitu seseorang yang pintar dalam agama dan ilmu pengetahuan umum.

“Oleh karena itu STAIN Surakarta berusaha meningkatkan kualitas lulusannya. Tidak hanya pandai Bahasa Arab, tapi juga pandai Bahasa Inggris. Lulusan juga diharapkan tetap mau menjaga dan mempelajari kearifan lokal,” katanya.

ewt

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…