TANDATANGANI PRASASTI-Gubernur Jateng, Bibit Waluyo (kanan), menandatangani prasasti peresmian Pasar Tuban, Gondangrejo, Selasa (22/3) malam, didampingi Bupati Karanganyar, Rina Iriani Sri Ratnaningsih dan Wakil DPRD Karanganyar, Tri Haryadi. (FOTO: Espos/Farid Syafrodhi)
Rabu, 23 Maret 2011 20:25 WIB Karanganyar Share :

Pasar Tuban, Karanganyar diresmikan

TANDATANGANI PRASASTI-Gubernur Jateng, Bibit Waluyo (kanan), menandatangani prasasti peresmian Pasar Tuban, Gondangrejo, Selasa (22/3) malam, didampingi Bupati Karanganyar, Rina Iriani Sri Ratnaningsih dan Wakil DPRD Karanganyar, Tri Haryadi. (FOTO: Espos/Farid Syafrodhi)

Karanganyar (Solopos.com)–Pasar Tuban yang terletak di Desa Tuban, Gondangrejo, diresmikan pemakaiannya oleh Gubernur Jateng, Bibit Waluyo, Selasa (22/3) malam. Sekitar enam bulan sebelumnya, pasar tersebut direvitalisasi.

Peresmian dihadiri oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani Sri Ratnaningsih, sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD), Muspida Karanganyar dan ribuan warga serta pedagang Pasar Tuban.

Gelaran itu juga menghadirkan hiburan penyayi campursari, Didi Kempot, serta wayang kulit semalam suntuk oleh Ki Joko Edan dengan lakon Kridhaning Srikandi.

Selain meresmikan pasar, Gubernur juga meresmikan pembangunan gedung Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar, revitalisasi sejumlah terminal, sekolah, jalan dan sebagainya. Bupati Karanganyar, Rina Iriani Sri Ratnaningsih dalam sambutannya mengatakan, dengan dibangunnya sejumlah infrastruktur tersebut, diharapkan bisa menunjang tiga potensi pendapatan asli daerah (PAD) di Karanganyar, yakni industri, pertanian dan pariwisata (Intanpari).

Gubernur Jateng, Bibit Waluyo mengaku salut dan memuji terhadap pembangunan sejumlah infrastruktur di Kabupaten Karanganyar.

“Pembangunan Pasar Tuban yang berdekatan dengan Terminal Gondangrejo merupakan perpaduan yang bagus,” ujar Bibit di hadapan ribuan orang. Selanjutnya, Gubernur akan meniru pembangunan Pasar Tuban itu, untuk pembangunan Pasar Cokrotulung, Klaten.

fas

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…