AMBLES--Sejumlah warga memantau lokasi ladang ambles di Dusun Kungret RT 2A, Jatibatur, Gemolong, Rabu (23/3). Kedalaman ambles saat ini mencapai 5 meter dan masih berpotensi semakin dalam dan meluas.
Rabu, 23 Maret 2011 22:01 WIB Sragen Share :

Ladang ambles, kerugian capai Rp 35 juta

AMBLES--Sejumlah warga memantau lokasi ladang ambles di Dusun Kungret RT 2A, Jatibatur, Gemolong, Rabu (23/3). Kedalaman ambles saat ini mencapai 5 meter dan masih berpotensi semakin dalam dan meluas.

Sragen (Solopos.com)–Kerugian yang diakibatkan ladang ambles di Dusun Kungret RT 2A, Jatibatur, Gemolong, Senin (21/3/2011) lalu, ditaksir mencapai lebih dari Rp 35 juta. Hingga saat ini ladang itu ambles semakin dalam.

Berdasarkan pantauan Solopos.com di lokasi, Rabu (23/3/2011), sejumlah warga masih mengecek lokasi. Menurut mereka, dari hari ke hari tanah ambles itu semakin dalam dan rekahan semakin merambat ke lokasi lain. Tak ayal, warga merasa waswas dan khawatir. Kekhatiran dirasakan pemilik ladang yang berada di dekat lokasi. Pasalnya, ladang di kedua sisi lokasi sangat berpotensi juga ikut ambles. Terlebih, hujan diprediksi akan terus mengguyur.

Menurut Parjo, 56, tokoh masyarakat desa setempat, saat ditemui Solopos.com di lokasi, mengatakan kedalaman ambles hingga saat ini mencapai 5 meter. Padahal, Senin lalu masih berkedalaman 3 meter. Selain bertambah dalam, lokasi ambles juga semakin meluas.

Dari hanya seluas 25 meter persegi, kini mencapai lebih dari 7.000 meter persegi. Ia mencatat, tanah ambles itu merupakan ladang milik empat warga, yakni Tukimin alias Katuk, Pariman, Kasidi dan Rejo Semito alias Rebin. Kondisi ambles terparah dan terluas menimpa ladang milik Tukimin.

Dari ladang milik Tukimin seluas sekitar 8.000 meter persegi, 5.000 meter persegi diantaranya ambles. Sedangkan ladang yang ambles milik Pariman, Kasidi dan Rejo Semito masing-masing seluas 2.500 meter persegi, 150 meter persegi dan kurang dari 100 meter persegi.

Disampaikannya, melihat kondisi tanaman kacang tanah, singkong, pohon jati, pohon lain yang bernilai ekonomi dan harga tanah yang ambles, ia memperkirakan kerugian yang dialami pemilik ladang mencapai lebih dari 35 juta. Pasalnya, seluruh tanaman yang ikut ambles tidak dapat dipanen dan ladang yang ambles itu sekarang tidak dapat dimanfaatkan pemiliknya, karena lokasi tidak dapat dijangkau lagi.

Kepala Desa (Kades) Jatibatur, Supadi, menyampaikan telah melaporkan kejadian itu ke pihak kecamatan dan Pemkab melalui Dinas Sosial. Muspika dan dinas juga telah mengecek lokasi. Ia berharap pihak terkait memberikan bantuan kepada pemilik ladang, mengingat kerugian yang dialami pemilik ladang tidak sedikit.

m93

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…