Selasa, 22 Maret 2011 22:12 WIB Solo Share :

Wawali tantang warga laporkan diskriminasi PKMS

Solo (Solopos.com)–Wakil Walikota (Wawali) Solo, FX Hadi Rudyatmo menantang warga pemegang kartu Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Solo (PKMS) untuk melaporkan kepadanya jika menjadi korban diskriminasi dari pihak rumah sakit.

Wawali mengklaim, pelaksanaan program PKMS di lapangan selama ini sudah baik. Dia juga mengklaim bahwa dari sekian ratus ribu pemegang kartu PKMS tidak ada yang mengeluhkan layanan dari RS. Bahkan, masih menurutnya, pelaksanaan program ini sudah mendapat pujian dari banyak kalangan.

“Saya juga pernah mendapat pengaduan dari warga, tetapi seketika itu langsung saya cross check ke rumah sakit (RS) yang bersangkutan. Hasilnya, pelayanan pasien pemegang kartu PKMS di semua RS sudah sama bagusnya,” tegas Rudy saat dijumpai wartawan di sela-sela kesibukannya, Selasa (22/3/2011).

Rudy mengakui, sejumlah RS memang mengalami defisit dana, namun begitu, dia memastikan bahwa semua pasien pemegang kartu PKMS tetap bisa dilayani dengan maksimal. Kalaupun terdapat RS yang menolak pasien pemegang kartu PKMS, kata Rudy, itu disebabkan sudah penuhnya ruang rawat inap kelas III.

“Kalau ruang kelas III sudah penuh otomatis kan harus dirujuk ke RS lain. Tapi tidak perlu khawatir karena RS yang diajak kerja sama dengan Pemkot ada banyak seperti RS Moewardi, RS dr Oen, PKU Muhammadiyah, RS Kasih Ibu, RS Panti Waluyo, RS Brayat Minulya, dan lain-lain,” tukas Rudy.

mkd

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…