Selasa, 22 Maret 2011 04:42 WIB Boyolali Share :

Rehab dan Rekon akibat letusan Merapi terancam molor

Boyolali (Solopos.com)–Rencana pelaksanaan masa rehabilitasi dan rekonstruksi pascaerupsi Merapi di Kabupaten Boyolali yang dijadwalkan akan dilaksanakan bulan April mendatang terancam molor. Pasalnya, belum jelasnya anggaran yang telah diajukan Pemkab ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadi alasan molornya kegiatan itu.

“Dari laporan yang ada, ternyata proposal pengajuan anggaran untuk masa rehab dan rekon infrastruktur di lereng Merapi yang masuk wilayah Boyolali, ternyata oleh BNPB diserahkan ke kementerian teknis,” ujar Bupati Boyolali Seno Samodro kepada wartawan di Asrama Haji Donohudan, Senin (21/3/2011).

Dengan diserahkannya ke kementerian teknis, Bupati mengatakan untuk perbaikan infrastruktur akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Padahal, dari Kementerian PU diperoleh jawaban tidak ada anggaran khusus untuk perbaikan infrastruktur di kawasan lereng Merap.

Sesuai logika, jelas Bupati, dana perbaikan itu belum masuk ke APBN 2011. Kemungkinan anggaran baru disediakan dalam APBN Perubahan mendatang.

“Meski demikian, ternyata proses rehab dan rekon bidang pendidikan ternyata sudah jalan dan saat ini tidak ada kendala yang berarti. Padahal, rencana perbaikan infrastruktur itu akan kami lakukan bulan April mendatang,” tandas Bupati.

fid

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…