Selasa, 22 Maret 2011 10:37 WIB Hukum Share :

Peneror bom di Pizza Hut Surabaya Timur ternyata bocah SD

Surabaya (Surabaya)–Misteri teror bom di Gerai Pizza Hut Manyar Kertoarjo terungkap. Sang pelaku berhasil dideteksi, ternyata bocah berumur 12 tahun. Karena masih anak-anak, polisi tidak menahannya.

Pelaku yang menelepon akan meledakkan Pizza Hut itu yakni AN ,12, yang duduk di bangku sekolah dasar kelas V di kawasan Surabaya Timur.

“Kita melakukan deteksi sinyal. Dan posisinya diketahui, tapi setelah kita datang ke lokasi tersebut ternyata pelakunya hanya seorang anak kelas V SD,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Anom Wibowo saat dihubungi, Selasa (22/3/2011).

Anom menambahkan, dari keterangan AN yang mengakui jika dirinya yang menelepon dan meneror dilakukan tidak ada maksud lain. “Setelah kita mintai keterangan dengan didampingi ibunya, AN mengaku hanya iseng,” imbuhnya.

Akibat pelakunya masih dibawah umur, maka pihak kepolisian tidak melakukan penahanan. Tapi mewajibkan bagi AN untuk lapor ke Polrestabes Surabaya setiap
Senin dan Kamis.

Seperti diberitakan sebelumnya, gerai Pizza Hut di Jalan Manyar Kertoarjo mendapat ancaman melalui telepon jika ada bom yang akan meledak, Rabu malam (16/3/2011).

Tim Gegana Polda Jatim yang mendapat laporan langsung melakukan penyisiran di lokasi tiap sudut gerai termasuk di bagian gudang dan halaman.

Bahkan pasukan Brimob dengan senjata laras panjang memblokir jalan yang menuju ke Pizza Hut atau arah Kertajaya Indah. Penutupan jalan itu masih berlangsung hingga pukul 23.45 WIB.

(dtc/tiw)

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…