Selasa, 22 Maret 2011 19:18 WIB Ekonomi Share :

15% TKI pulang bawa masalah

Jakarta –– Tenaga Kerja Indonesia (TKI) selalu berkutat dengan masalah dalam pekerjaan yang mereka kerjakan di luar negeri. Sebagian besar dari TKI yang mendapatkan masalah bekerja di Arab Saudi.

“Dari data Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), pada Tahun 2009, TKI yang bermasalah berjumlah 44.438 orang dari 353.501 yang pulang ke Indonesia atau sekitar 15%,” kata peneliti Pusat Kajian Wanita dan gender Universitas Indonesia (UI) Dewi Novirianti Selasa (22/3/2011).

Dewi menambahkan, dari jumlah tersebut 53,5% TKI yang bermasalah atau sebesar 23.772 orang bekerja di Arab Saudi.

Masalah yang dihadapi cukup beragam, tapi menurut Dewi, pemecatan secara sepihak mendominasi presentasi masalah yang menimpa TKI sekitar 13 ribu pekerja. Alasan yang diterima oleh para pekerja antara lain para majikannya di sana tidak suka atas kinerja yang mereka berikan.

“Biasanya majikan tidak senang dengan cara mereka bekerja, seperti menjaga anak dan mencuci,” tambahnya.

Masalah lain yang didapat oleh TKI ketika berada di luar negeri, menurut Dewi, adalah sakit akibat kerja dan penganiayaan atau pelecehan seksual. “Sakit juga merupakan masalah bagi TKI,” tegasnya.

Dari data kunjungan TKI ke poliklinik GPK TKI sepanjang pada tahun 2009 mencapai 72.755 Pekerja.

Selain itu, asuransi yang diklaim oleh para TKI pada tahun 2009 mencapai Rp 1,129 triliun dan itu berasal dari 6 PT asuransi, yaitu PT Asuransi Jasindo, PT Asuransi Jas, PT Asuransi Proteksi, PT Asuransi Mitra Sejahtera.

detik.com

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…