Minggu, 20 Maret 2011 22:08 WIB Internasional Share :

Kadhafi
Rakyat Libya dipersenjatai siap kalahkan Barat

Tripoli (Solopos.com)– Pemimpin Libya Muamar Kadhafi mengatakan, semua rakyat Libya telah dipersenjatai dan siap mengalahkan pasukan Barat yang menyerang negara Afrika Utara itu, dalam pesan audionya yang disiarkan televisi, Minggu (20/3/2011).

“Seluruh rakyat Libya bersatu, para pria dan wanita Libya telah diberikan senjata-senjata dan bom-bom… Anda tidak akan dapat maju, anda tidak akan menginjakkan tanah ini,” kata Kadhafi.

Para pemimpin Inggris, Prancis dan Amerika Serikat akan “jatuh seperti Hitler… Mussolini,” katanya memperingatkan. “Semua penguasa yang kejam jatuh atas tekanan massa rakyat.”

40 Bom
Sementara itu televisi pemerintah Libya melaporkan 48 orang tewas dan 150 lainnya cedera akibat serangan udara sekutu dan serangan-serangan baru  di Tripoli pada Ahad pagi.

Pasukan Barat menghantam sasaran-sasaran di sepanjang pantai Libya, Sabtu dengan menggunakan serangan udara dan laut terhadap pasukan Muamar Gaddafi. Tujuan serangan itu agar pasukan Gaddafi melakukan  gencatan senjata terhadap pemberontak dan menghentikan serangan terhadap penduduk sipil.

Stasiun televisi CBS News di laman internetnya, Minggu mengatakan tiga pembom siluman AS B-2 menjatuhkan 40 bom di satu “lapangan udara penting” Libya, yang tidak disebutkan namanya. Seorang juru bicara Pentagon mengatakan pihaknya tidak memperoleh informasi tentang serangan itu.

Pesawat-pesawat tempur Prancis melancarkan serangan pertama dalam intervensi militer internasional terbesar di dunia Arab sejak invasi di Irak tahun 2003, menghancurkan tank-tank dan kendaraan-kendaraan lapis baja di daerah Benghazi, pangkalan pemberontak di Libya timur.

Beberapa jam kemudian kapal-kapal perang Amerika Serikat dan Inggris dan kapal-kapal selam menembakkan 110 rudal Tomahawk ke pertahanan udara sekitar ibu kota Tripoli dan kota Misrata di daerah barat, yang dikepung pasukan Kadhafi, kata para pejabat militer AS.

Mereka mengatakan pasukan AS dan pesawat-pesawat tempur bekerja sama dengan Inggris, Prancis, Kanda dan Italia dalam operasi “Fajar Odyssey”.

Kadhafi menanggapi serangan itu dengan menyatakan “Kini saatnya mengeluarkan persediaan   dan mempesenjatai seluruh massa dengan semua jenis senjata untuk mempertahankan kemerdekaan persatuan dan kehormatan Libya,” katanya dalam pesan audio yang disiarkan televisi pemerintah beberapa jam setelah serangan-serangan itu dimulai.

China dan Rusia, yang abstain dalam pemungutan suara Dewan Keamanan PBB pekan lalu, menyatakan penyesalan mereka terhadap aksi militer itu. Kementerian luar negeri China mengatakan pihaknya mengharapkan konflik itu tidak membawa kehilangan nyawa warga sipil yang lebih besar.

Ledakan-ledakan dan tembakan anti pesawat bergema di Tripoli pada Ahad pagi. Tembakan itu disusul dengan suara “Allahu Akbar” yang bergema di seluruh pusat kota itu.

Televisi Libya menayangkan gambar dari satu rumah sakit yang tidak disebutkan namanya dan menyatakan tayangan itu  korban-korban “musuh penjajah”. Sepuluh mayat ditutup dengan kain berwarna putih dan biru, dan beberapa orang cedera, satu di antara mereka berada kondisi parah, kata televisi itu.

Penduduk Tripoli mengatakan mereka mendengar suara ledakan keras dekat distrik Tajoura di sebelah timur sementara di Misrata mereka mengatakan serangan-serangan ditujukan pada pangkalan udara yang digunakan pasukan Kadhafi.

Seorang saksi mata Reuters di pangkalan pemberontak di Benghazi, Libya timur melaporkan suara ledakan-ledakan keras dan tembakan anti pesawat, tetapi tidak jelas pihak mana yang menembak. (Antara)

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…