Sabtu, 19 Maret 2011 12:53 WIB News Share :

26 Jam lumpuh, jalur Trenggalek-Ponorogo kembali normal

Trenggalek (Solopos.com)–Jalur Trenggalek – Ponorogo Km 23, tepatnya di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, sudah bisa dilalui dengan normal. Sebuah batu besar yang sebelumnya jatuh akibat longsor sudah bisa dievakuasi, setelah peralatan berat didatangkan dari Dinas Binamarga Provinsi Jawa Timur.

Kepala Bagian Humas Pemkab Trenggalek Yoso Mihardi mengatakan, batu besar tersebut berhasil dievakuasi pada Jum’at (18/3/2011) malam sekitar pukul 19.00 WIB. Evakuasi dilakukan dengan memecahkannya terlebih dahulu, karena ekscavator yang sebelumnya
didatangkan tak mampu memindahkannya secara langsung.

“Jadi kalau dihitung lumpuhnya ada 26 jam. Kemarin itu mulai longsor Kamis sore sebelum Maghrib dan baru bisa dibersihkan semalam sekitar jam 7 malam,” kata Yoso melalui sambungan telepon seluler, Sabtu (19/3/2011).

Yoso menambahkan, meski sudah bisa dilalui pengguna jalan tetap diminta mengedepankan kewaspadaan. Ini setelah material longsor berupa tanah belum sepenuhnya bisa dibersihkan. “Masih agak licin, apalagi kalau hujan turun lagi,” sambungnya.

Pengguna jalan di jalur Trenggalek – Ponorogo juga diminta terus waspada, karena di lokasi tersebut dikenal rawan longsor. Selain letaknya di kawasan perbukitan yang mengakibatkan tanahnya labil, kemiringan tebing yang  curam juga menjadikan longsor bisa terjadi setiap saat.

“Sudah ada rambu-rambunya disana. Pengguna jalan kami minta bisa mematuhi itu, agar jangan sampai jatuh korban jika setiap saat kembali longsor,” tegas Yoso.

Selain longsor di lokasi yang sama juga dianggap rawan terjadi banjir bandang. Ini setelah Sungai Ngasinan yang ada di sekitarnya kerap tak mampu menahan besarnya debit air yang masuk, terlebih apabila hujan lebat terjadi dengan rentang waktu panjang.

Sebelumnya, longsor terjadi di jalur Trenggalek – Ponorogo Km 23, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu. Akibat longsor tersebut jalur sempat tertutup total oleh batu berukuran besar yang jatuh tepat di tengah badan jalan. Untuk mengevakuasinya, sebuah alat berat pemecah batu dudatangkan dari kantor perwakilan Dinas Binamarga Provinsi Jawa Timur di Kediri.

(dtc/tiw)

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…