Jumat, 18 Maret 2011 09:55 WIB News Share :

Walikota Makassar galang aksi solidaritas tsunami Jepang

Makassar (Solopos.com) — Aksi simpati terhadap tsunami Jepang terus dilakukan di belahan dunia. Di Makassar, Sulawesi Selatan, puluhan warga menggelar aksi solidaritas di kantor Konsuler Jepang. Aksi dipimpin Walikota Makassar Ilham Arif Sirajuddin.

Puluhan warga Makassar ini mendatangi kantor Konsuler Jepang, di Jalan Sudirman, Makassar, Jumat (18/3/2011). Mereka menyampaikan rasa berkabung pada korban tsunami di Jepang, dengan bentuk karangan bunga dan penggalangan aksi tanda tangan di atas kain putih sepanjang 10 meter.

Ilham yang didampingi Wakil III Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Zakir Shabara dan beberapa tokoh agama di Makassar, akhirnya ditemui oleh Kepala Konsuler Jepang, Nomura Noboru di depan kantornya. Ilham menyampaikan rasa duka mendalam warga Makassar pada ribuan korban Tsunami Jepang dengan bentuk karangan bunga yang diberikan ke Nomura.

Selain dengan karangan bunga, rombongan Walikota Makassar ini juga menggalang aksi tanda tangan sebagai bentuk rasa simpati pada warga Jepang dan juga membawa beberapa poster yang bertuliskan kata penyemangat untuk masyarakat Jepang.

Menurut Ilham, aksi semata-mata untuk menunjukkan rasa prihatin dan duka mendalam sesama umat manusia atas peristiwa Tsunami, gempa bumi dan ancaman radiasi nuklir di Jepang. “Hubungan pemerintah maupun warga Jepang dengan warga Makassar sudah lama erat terjalin, kami berkomitmen dalam suka dan duka kerja sama kami dengan Jepang tidak akan berhenti,” seru Ilham.

Sementara menurut Nomura, ia merasa tersanjung sekaligus terharu didatangi Walikota Makassar yang membawa karangan bunga. Ia juga menyampaikan terima kasih pemerintah dan warga Jepang ke warga Makassar yang bersimpati pada korban Tsunami.

“Kami sangat berterimakasih pada Walikota Makassar, hal ini bukti persahabatan Indonesia dan Jepang yang sangat erat, apalagi kami mendengar, bantuan pemerintah Indonesia tiba pagi ini di Tokyo,” pungkas Diplomat Jepang yang telah berkarir selama 33 tahun ini.

(dtc/try)

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…