Jumat, 18 Maret 2011 21:21 WIB Solo Share :

Tolak relokasi, PKL sekitar Gapura Makutha bertahan

Solo (Solopos.com) — Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di sekitar lokasi pembangunan Gapura Makutha, Jl Adisucipto, Solo, bersikeras menolak direlokasi. PKL tersebut berjumlah enam orang yang mendiami trotoar di sisi selatan jalur lambat.

Salah satu PKL, Ny Ari, beralasan penolakan karena kekhawatiran kesulitan berjualan di lokasi yang baru. “Bisa menangis, enggak bisa makan,” katanya saat ditemui Espos, Jumat (18/3/2011) siang.

Selain itu dia merasa keberadaan PKL tidak mengganggu aktivitas lalu lintas dan kebersihan lingkungan. Menurutnya alasan relokasi untuk keindahan kota sulit untuk diterima. Terlebih lapak-lapak untuk berjualan milik PKL selalu tertata rapi setelah tutup.

“Saya selalu membersihkan lingkungan sebelum dan sesudah jualan. Jadi di sini lingkungannya bersih, kami juga tidak memenuhi jalur lambat,” tambah Ny Ari yang mengaku telah berjualan di lokasi tersebut selama 15 tahun.

“Kalau memang alasannya kerapian, kan, bisa dibuatkan selter di sini. Pasti kami bersedia dan mendukung keputusan itu,” imbuh wanita 34 tahun ini. Ia berpendapat relokasi atau penggusuran PKL justru akan membuat warga kehilangan pekerjaan dan penghasilan.

(aha)

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…