Ilustrasi
Jumat, 18 Maret 2011 13:35 WIB News Share :

KM Rifal Jaya oleng, dua penumpang tewas tenggelam

Ilustrasi

Makassar (Solopos.com)–Kapal Motor Rifal Jaya oleng di Perairan Tupabiring, 1 mil dari Pulau Karangrang, Kab. Pangkep, Sulawesi Selatan, Jumat (18/3/2011). Dua penumpangnya tewas tenggelam.

Kedua korban tewas ini merupakan pasangan suami-istri, yakni Syarifuddin ,44, dan Syahriah ,42, yang terjatuh dari palka kapal, saat kapal yang berlayar pada pukul 03.00 Wita dini hari tadi dan mengalami oleng akibat dihadang ombak.

Kapal itu diketahui berpenumpang 20 orang. Sedangkan 18 penumpang lainnya yang ikut terjatuh berhasil selamat dalam peristiwa ini.

Tidak lama setelah peristiwa ini terjadi, puluhan warga pulau Karangrang dan anggota Polsek Liukang Tupabiring langsung meluncur ke laut untuk melakukan penyelamatan korban. Korban yang pertama ditemukan adalah Syahriah dalam kondisi tidak bernyawa lagi, pada pukul 04.00 Wita subuh tadi. Sedangkan jenazah suami Syahriah baru ditemukan di dasar laut pada pukul 06.30 Wita pagi tadi.

Kedua korban tewas saat ini tengah divisum oleh Tim Disaster Victim Investigation (DVI) Dokpol Polda Sulsel, di RS Bhayangkara, Jalan Mappaodang, Makassar. Puluhan sanak keluarga korban sudah berdatangan untuk menjemput kedua jenazah ini, untuk dikebumikan di kampung halaman korban, di Kelurahan Bontobontoa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulsel.

Menurut Kapolsek Liukang Tupabiring, AKP Darwis Akib yang ditemui detikcom di depan kamar jenazah RS Bhayangkara, korban merupakan rombongan grup musik Ryan Electone yang baru saja menggelar pertunjukan musik dalam pesta hajatan perkawinan di pulau Karangrang. Seluruh kru grup musik ini memaksa pulang tengah malam ke Makassar karena pada esok harinya masih ada pertunjukan yang harus diisi oleh grup musik ini.

“Seluruh kru berkemas usai pesta kawinan pada pukul 23.00 Wita, padahal pemilik hajatan menyarankan agar seluruh kru pulangnya pagi hari saja, akhirnya terjadilah peristiwa ini yang tidak jauh dari pulau Karangrang,” pungkas Darwis.

Darwis menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan pada 18 saksi sekaligus korban yang berhasil selamat. Pihaknya belum dapat memastikan adanya unsur kesengajaan atau adanya unsur kelalaian dari sang nahkoda yang bernama Daeng Ba’do.

(dtc/tiw)

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…