Jumat, 18 Maret 2011 14:55 WIB Wonogiri Share :

Jumlah pasangan menikah muda di Wonogiri meningkat

Wonogiri (Solopos.com) — Jumlah pasangan menikah muda (di bawah usia 20 tahun) di Kabupaten Wonogiri meningkat dari 2.562 pasangan tahun 2009 menjadi 2.624 pasangan pada 2010. Untuk menekan itu, BKBKSPP mengintensifkan Pusat Informasi Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIKKRR) di tiap kecamatan.

Kepala Badan Keluarga Berencana Kesejahteraan Sosial dan Pemberdayaan Perempuan (BKBKSPP) Wonogiri, Widodo, mengatakan meskipun persentasenya masih jauh di bawah rata-rata nasional yang mencapai 5% dari jumlah penduduk (Wonogri hanya 1,2%), peningkatan jumlah pasangan yang menikah di bawah 20 tahun menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya ledakan angka kelahiran. Karena itulah, BKBKSPP berusaha keras menggalakkan program penundaan usia perkawinan (PUP) dengan mengintensifkan kegiatan di PIKKRR.

“PIKKRR ini sudah ada di 25 kecamatan. Fungsinya sebagai sarana konseling bagi para remaja tentang kesehatan reproduksi. Sejauh ini yang paling bagus adalah PIKKRR Jatisrono. Jumlah pasangan menikah muda di wilayah itu dari tahun ke tahun berhasil ditekan,” katanya ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jumat (18/3/2011).

Cara lainnya, kata Widodo, adalah dengan mendorong pasangan usia di bawah 20 tahun itu untuk menunda kehamilan atau mengikuti program keluarga berencana (KB) untuk mengatur jarak kelahiran. Sedangkan bagi pasangan usia subur (PUS) yang sudah memiliki cukup anak untuk menjadi peserta KB aktif.

Caranya dengan mendorong PUS memakai metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) seperti medis operasi wanita (MOW) maupun medis operasi pria (MOP), intra uterine device (IUD), maupun implan (susuk). Upaya ini cukup berhasil, terbukti dari meningkatnya jumlah pengguna MKJP dan menurunnya pengguna metode jangka pendek seperti pemakaian kondom.

(shs)

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…