Jumat, 18 Maret 2011 17:06 WIB Boyolali Share :

Cari ikan, kakak beradik di Mojosongo tewas tenggelam

Boyolali (Solopos.com)--Nasib tragis menimpa dua anak yang masih bersaudara, Apri Surya Pratama, 11 dan adiknya, Renaldi Dwi Cahyo, 10, keduanya warga Dukuh Tegalrejo, Desa Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali . Keduanya tewas tenggelam di sebuah kedung di Sungai Cikalan, Dukuh Cikalan, Desa Kemiri, Mojosongo, Kamis (17/3/2011) malam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Espos dari berbagai sumber, Jumat (18/3/2011), peristiwa itu bermula saat keduanya sekitar pukul 16.00 WIB, bersama dua orang temannya mencari ikan di sungai tersebut. Sekitar pukul 17.30 WIB, keempat orang itu pulang ke rumah. Namun tak berselang lama kedua korban kembali ke sungai untuk menangkap ikan.

Hingga pukul 18.00 WIB, kedua korban belum kembali ke rumah. Ayah korban Suwarno, 47 berupaya mencari kedua anaknya. Saat mencari di rumah neneknya yang tak jauh dari sungai, mendapati sepeda korban. Ayah korban kemudian mencari mereka di sekitar TKP. Karena lokasinya sangat gelap dan terjal serta kedung yang sangat dalam, ayah korban meminta bantuan warga sekitar. Camat Mojosongo, Purwanto mengatakan setelah dimintai bantuan warga kemudian berupaya mencari kedua korban. “Hingga sekitar dua jam melakukan penyelaman, kedua korban tidak kunjung ditemukan,” ujarnya saat dikonfirmasi Espos, Jumat.

Setelah itu, jelas Purwanto, jajaran Polsek yang dipimpin Kapolsek Mojosongo AKP IGA Hartini bersama Muspika Mojosongo meminta bantuan tim SAR Boyolali dan Brimob Gunung Kendil untuk melakukan pencarian. “Setelah dilakukan penyisiran, sekitar pukul 21.30 WIB, akhirnya kedua korban berhasil ditemukan di dasar kedung yang berkedalaman sekitar empat meter. Saat ditemukan keduanya sudah meninggal dunia,” tambah dia.

Sementara, Kapolres Boyolali AKBP Romin Thaib melalui Kapolsek Mojosongo AKP IGA Hartini setelah berhasil diangkat, kedua korban kemudian dibawa ke rumahnya yang tak jauh dari lokasi kejadian.  “Dari hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Mojosongo, tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan. Kedua korban diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan,” papar dia.

(fid)

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…