Kamis, 17 Maret 2011 19:19 WIB Solo Share :

Rencana relokasi warga bantaran, BLH siapkan penataan

Solo (Solopos.com) — Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Solo telah menyiapkan berbagai program konservasi kawasan bantaran Sungai Bengawan Solo. Hal itu kaitannya dengan rencana penataan pascarelokasi hunian warga di beberapa kawasan bantaran sungai di wilayah Kota Solo.

Demikian penjelasan Kepala BLH Kota Solo, Sri Adhyaksa ketika dimintai komentar ihwal rencana penataan kawasan bantaran pascarelokasi warga bila program relokasi nantinya telah direalisasikan.

“Ya, untuk saat ini sudah ada beberapa rencana kaitannya soal penataan kawasan bantaran Sungai Bengawan Solo, khususnya untuk masalah konservasi lahan setelah relokasi warga yang menghuni kawasan bantaran tersebut,” ungkap Adhyaksa kepada wartawan di Balaikota, Kamis (17/4).

Terkait konservasi lahan tersebut, Adhyaksa menyebutkan pihaknya membagi menjadi beberapa program sesuai kawasan yang akan ditata. Kawasan pertama adalah kawasan bantaran mulai dari wilayah Semanggi, Pasar Kliwon hingga Gulon, Jebres, dengan lahan sepanjang kurang lebih lima kilometer (km). Program itu, jelasnya, didukung dana dari APBN yang realisasinya akan dikelola oleh Pemerintah Provinsi Jateng.

Kawasan bantaran sungai lainnya yang akan ditata pascarelokasi warga adalah di belakang Kantor Kecamatan Jebres hingga Tempuran Jebres. Di Tempuran ini merupakan muara Kali Anyar yang menjadi pertemuan dengan Bengawan Solo. Penataan kawasan itu, lanjutnya, akan dilakukan tahun ini karena warga penghuni kawasan ini telah direlokasi.

(sry)

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…