Kamis, 17 Maret 2011 17:37 WIB Hukum Share :

Polisi periksa 22 saksi terkait bom buku

Jakarta (Solopos.com)–Kepolisian terus melakukan penyelidikan terkait bom buku yang sudah dipaketkan ke empat tokoh di alamat berbeda. Hingga kini, polisi telah memeriksa 22 saksi terkait paket bom tersebut.

“Saksi-saksi yang sudah diperiksa itu ada 20 plus dua orang dari tempat Ahmad Dhani tadi,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jakarta Raya Kombes Baharudin Djafar kepada wartawan di Mapolda, Jakarta, Kamis (17/3/2011).

Dari saksi-saksi, kepolisian terus berupaya mengumpulkan keterangan dan informasi. Diharapkan, keterangan saksi-saksi dapat memberi petunjuk kepolisian untuk menelusuri pelaku pengirim bom sesungguhnya. “Yang nantinya, keterangan saksi ini akan dijadikan pedoman untuk penyidikan,” katanya.

Bom buku menyebar teror ke empat publik figur yang berbeda profesi. Paket bom buku pertama ditujukan untuk tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla diterima pada Selasa (15/3) pukul 10.00 WIB. Bom kedua kemudian ditujukan kepada Kepala BNN Gories Mere pada pukul 12.00 WIB. Paket bom ketiga ditujukan pada Ketua Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno pada pukul 12.30 WIB.

Terakhir, hari ini paket bom ditujukan untuk musisi Ahmad Dhani pada pukul 13.00 WIB. Dari keempat paket tersebut, memiliki karakteristik yang sama. Pelaku melampirkan surat pengantar kepada tokoh-tokoh yang dituju. Rangkaian bom dan bahan baku bom juga hampir sama. Keempat bom itu dikirim oleh kurir yang berbeda-beda.

(dtc/tiw)

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…